Nokia dan Ericsson Disebut Bakal Merger Untuk Saingi Dominasi Telko Huawei

Nokia dan Ericsson Disebut Bakal Merger Untuk Saingi Dominasi Telko Huawei

Indra Cahya
Oleh Indra Cahya - Reporter
Nokia dan Ericsson Disebut Bakal Merger Untuk Saingi Dominasi Telko Huawei
Ilustrasi Nokia dan Ericsson. ©2020 Reuters

Industri telekomunikasi mungkin akan menyaksikan salah satu merger terbesar dalam dekade ini, jika sebuah rumor ini benar adanya.

Bagaimana tidak, menurut laporan dari Bloomberg, dua raksasa teknologi di industri telekomunikasi yakni Nokia dan Ericsson, disebut akan segera merger.

Laporan ini menyebut bahwa alasan dari adanya merger ini adalah persaingan. Ketatnya kompetisi dalam industri telko nampaknya menekan pendapatan kedua perusahaan yang berbasis di dua negara Skandinavia ini.

Disebut bahwa tim penasihat dikumpulkan untuk dimintai solusi, dan solusi paling masuk akal adalah penggabungan aset jika tidak menjualnya. Salah satu solusi lain yang dipertimbangkan adalah pergeseran investasi di industri lain serta penyesuaian neraca.

Soal merger ini sebenarnya masih dalam tahap opsi, jadi Nokia mungkin tidak mengambilnya. Namun Nokia dan Ericsson sama-sama mendapatkan ancaman dari Huawei dan ZTE yang keduanya menawarkan instrumen telekomunikasi yang lebih murah.

Terlebih, saat perlombaan untuk cakupan 5G di tiap negara kini sedang memanas.

Nilai saham dari Nokia sendiri kini sedang turun sepertiga dari tahun lalu, dan berita merger ini membuat sahamnya naik. Hal ini menandakan bahwa investor tertarik untuk merger ini terjadi.

Rekomendasi