Indosat Ooredoo baru saja diumumkan pemerintah laik menjalankan jaringan 5G. President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, mengatakan untuk tahap awal pihaknya akan menggelar layanan ini di empat kota, yakni Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar, sedangkan untuk wilayah di lain akan menyusul sesuai dengan kesiapan ekosistem. Namun, dia tidak merinci lebih lanjut kapan layanan 5G Indosat Ooredoo akan digelar.
"Indonesia berpotensi menjadi salah satu digital economic powerhouse di wilayah dan kami percaya teknologi 5G akan memainkan peranan instrumental untuk mewujudkan hal tersebut menjadi kenyaataan," ujar Ahmad Al-Neama.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Infomartika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan, Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) untuk komersialisasi layanan 5G yang diberikan kepada Indosat Ooredoo diterbitkan berdasarkan pada pelaksanaan Uji Laik Operasi (ULO) bertempat di Jakarta Pusat, area Monas, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Selatan.
Penerbitan SKLO ini, menurut Menkominfo, menandakan seluruh sarana dan prasarana yang dibangun Indosat Ooredoo untuk menggelar jaringan 5G secara teknis siap dioperasikan. Adapun gelaran layanan ini akan dilakukan pada pita frekuensi 1.800MHz dengan pita lebar 20MHz dalam rentang 1.837,5MHz sampai 1.857,5MHz.
Tahapan penerbitan SKLO 5G untuk Indosat Ooredoo ini, Johnny menjelaskan didasarkan pada amanat Pasal 4 Peraturan Menkominfo No 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi yang merupakan turunan dari UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan PP No 46 tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran.
"Layanan 5G diharapakan akan berkembang dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dan, akan terus diperluas berdasarkan pertumbuhan permintaan pasar di lokasi-lokasi lainnya," tutur Johnny melanjutkan.
Advertisement
Meluas ke Seluruh Indonesia
Tidak hanya di Pulau Jawa, Johnny mengatakan, penggunanan layanan 5G juga akan diterapkan di sejumlah tempat yang menjadi prioritas utama destinasi wisata, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Candi Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, dan Likupang di Sulawesi Utara.
Selain itu, layanan 5G juga akan dihadirkan di sejumlah lokasi industri manufaktur dan ibukota baru pada 2024 mendatang.
"5G diharapkan dapat memberikan layanan untuk mendukung industri dan masyarakat di masa depan, seiring dengan perkembangan kecerdasan buatan serta teknologi teknologi IoT," tuturnya melanjutkan.
