Sains Ungkap Alasan Orang Cuek dengan Lingkungan saat Bermain HP

Perilaku kecanduan ponsel hingga mengabaikan lingkungan sekitar atau yang kini dikenal sebagai phubbing behavior merupakan hal yang kerap jumpai saat ini. Sains menganalisisnya!

Rita
Oleh Rita - Reporter
Sains Ungkap Alasan Orang Cuek dengan Lingkungan saat Bermain HP
Ilustrasi Smartphone. ©2020 Merdeka.com

Perilaku kecanduan ponsel hingga mengabaikan lingkungan sekitar atau yang kini dikenal sebagai phubbing behavior merupakan hal yang kerap jumpai saat ini.

Sekelompok peneliti dari Universitas Extremadura di Spanyol dan Curtin University di Australia merangkum 84 studi mengenai fenomena ini. Mereka merangkum studi yang terbit antara tahun 2012 hingga 2020.

Dilaporkan IFLScience, Minggu (5/3), hasilnya ada lima faktor yang melatarbelakangi perilaku ini. Lima faktor itu ialah budaya, komunikasi, sosial, psikologis, dan teknologi.

Sementara pada 2019, Jesper Aagaard dari Universitas Aarhus menerbitkan makalah yang mengungkap hubungan anak muda dengan phubbing. Penelitian ini melibatkan 25 siswa yang berusia sekitar 16 hingga 20 tahun di perguruan tinggi Denmark.

Seorang siswa berkata, "Ketika bersama teman-teman, mereka menerima hal itu. Mereka juga menggunakan ponsel sepanjang waktu, kamu tahu?"

Meski rasanya sebagian dari mereka mungkin menerima perilaku tersebut, ada juga siswa yang merasa kesal saat diperhadapkan dengan orang yang kecanduan ponsel.

"Itu seperti kamu tidak ingin bersama dengan orang yang sedang bersamamu. Dan itu sangat menjengkelkan," kata siswa lain yang diwawancarai.

Hal lain yang menjadi faktor seseorang menjadi kecanduan dengan ponsel adalah takut tertinggal atau Fear of Missing Out (FOMO). Sehingga banyak orang yang segera mengecek notifikasi ponsel mereka saat itu berbunyi.

Ada juga studi mengenai fenomena ini yang menyatakan bahwa rasa bosan mungkin menjadi faktor utama orang-orang kecanduan ponsel.

Kesimpulan dari semua studi itu adalah fenomena ini telah mencapai titik yang sudah diterima oleh masyarakat. Mungkin sekarang sudah telat untuk memperbaiki hal ini, tapi setidaknya perubahan bisa dimulai dari diri kita sendiri untuk tidak terus menerus berfokus pada ponsel saat ada orang lain disekitar kita.

Reporter magang: Safira Tiur Margaretha

Halaman
Rekomendasi