Di tengah persaingan ketat industri smartphone di Indonesia, Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) menjadi salah satu indikator penting bagi perusahaan-perusahaan teknologi. Karena dengan adanya TKDN ini, maka produsen smartphone sudah bisa menjual produknya di Indonesia. Termasuk dengan iPhone 16.
Setelah berkali-kali berdiskusi dengan pemerintah, akhirnya iPhone 16 disebut-sebut telah lolos TKDN. Berdasarkan di situs TKDN Kementerian Perindustrian (Kemenperin), iPhone 16 series, yang terdiri dari iPhone 16, iPhone 16 Plus, iPhone 16 Pro, iPhone 16 Pro Max, dan iPhone 16e, telah memperoleh sertifikasi TKDN sebesar 40%. Namun, pencapaian ini diperoleh melalui skema investasi inovasi, bukan melalui produksi lokal komponen yang signifikan.
Apple berkomitmen untuk berinvestasi sebesar USD 1 miliar di Indonesia, termasuk pembangunan pusat riset perangkat lunak. Meskipun sudah mendapatkan sertifikasi, iPhone 16 series masih memerlukan sertifikasi Postel dari Kementerian Komunikasi dan Digital sebelum dapat dipasarkan secara resmi di Indonesia.
Sementara itu, mengutip dari beragam sumber, Samsung telah mencapai TKDN hingga 40,30% untuk model SM-A356E (Samsung Galaxy A35). Asal tahu saja, perusahaan ini telah menjadi salah satu pemain utama dalam industri elektronik, menyuplai 28% dari total produksi perangkat HKT (Handphone, Komputer Genggam, Tablet) pada tahun 2023. Produk Samsung sudah tersedia di pasar Indonesia dan diekspor ke negara-negara ASEAN, menunjukkan komitmen perusahaan untuk memenuhi bahkan melampaui persyaratan TKDN.
Advertisement
Perbandingan TKDN: iPhone 16, Samsung, dan OPPO
Dalam perbandingan lebih lanjut, OPPO juga menunjukkan komitmen terhadap TKDN meskipun dengan persentase yang lebih rendah. Model OPPO Reno12 Pro 5G memiliki TKDN sebesar 36,35%, sedangkan OPPO Reno12 5G mencapai 36,65%.
Beberapa model OPPO lainnya, seperti Reno 13 dan Reno 13 Pro, telah mendapatkan sertifikasi TKDN, namun persentase TKDN-nya belum dipublikasikan.
Pada tahun 2021, empat model OPPO lainnya juga mendapatkan sertifikasi TKDN sebesar 31,15%. Kendati begitu, jumlah persentase tersebut bersifat dinamis. Bisa jadi bertambah seiring komponen dalam negeri yang disematkan di dalamnya.
Menariknya, dibandingkan dengan OPPO dan Samsung yang lebih dulu taat terhadap aturan pemerintah, tampak lebih mudah mencapai angka TKDN 40% melalui jalur investasi. Hal ini menunjukkan perbedaan pendekatan dalam memenuhi regulasi yang ada. Samsung dan OPPO harus bekerja keras untuk mencapai angka tersebut.
Advertisement
Status dan Implikasi di Pasar Indonesia
Status saat ini menunjukkan bahwa Samsung dan OPPO menunjukkan komitmen yang kuat terhadap TKDN dengan beberapa model yang telah melampaui persyaratan minimum.
iPhone 16 series meskipun telah mendapatkan sertifikasi TKDN, namun pencapaian tersebut lebih kepada investasi inovasi, bukan produksi lokal komponen yang signifikan. Oleh karena itu, iPhone 16 series harus memenuhi persyaratan tambahan sebelum dapat dijual secara resmi di pasar Indonesia.
Dengan adanya peraturan TKDN, pemerintah Indonesia berusaha untuk mendorong produksi lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri. Hal ini berimplikasi langsung pada strategi perusahaan-perusahaan teknologi dalam merancang dan memproduksi perangkat mereka.
Samsung dan OPPO yang sudah lebih dahulu beradaptasi dengan regulasi ini, diharapkan dapat mempertahankan pangsa pasar mereka di Indonesia.
Di sisi lain, meskipun memiliki brand yang kuat, harus berusaha lebih keras untuk memenuhi regulasi yang ada agar produk mereka dapat diterima di pasar lokal. Dengan investasi yang besar, Apple diharapkan dapat meningkatkan kontribusinya dalam industri teknologi di Indonesia.
Kesimpulan, perbandingan TKDN antara iPhone 16, Samsung, dan OPPO mencerminkan pendekatan berbeda dalam memenuhi regulasi pemerintah. Samsung dan OPPO menunjukkan komitmen yang kuat, sementara Apple lebih mengandalkan investasi untuk mencapai TKDN. Situasi ini dapat berubah seiring waktu dan bergantung pada strategi masing-masing perusahaan dalam memenuhi persyaratan TKDN di masa mendatang.
