Sama seperti di Bumi, Planet Ini Ternyata Punya Beragam Musim

Jika Bumi punya aneka musim, planet ini pun juga. Ilmuwan mendeteksinya.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Sama seperti di Bumi, Planet Ini Ternyata Punya Beragam Musim
Jika Bumi punya aneka musim, planet ini pun juga. Ilmuwan mendeteksinya. (PulseFeed)

Bumi merupakan Planet yang memiliki 2 hingga 4 musim. Pada daerah dengan musim tropis cenderung hanya mempunyai 2 musim dalam setiap tahunnya.


Berbeda dengan negara non-tropis yang mempunyai pergantian 4 musim dalam satu tahunnya. 

Namun, hal ini tidak menjamin bahwa Bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki musim atau iklim cuaca yang beragam. 

Di luar angkasa sana terdapat planet yang diduga mempunyai musim selayaknya Bumi. 
Dok. Istimewa
PulseFeed

Planet itu ialah Mars. Mars dan Bumi merupakan planet yang sama-sama berada dalam aphelion serta berada dalam sisi berlawanan dengan Matahari. Keduanya mempunyai jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta km. 

Keberadaannya yang sama-sama dalam Aphelion ini menimbulkan ketertarikan bagi peneliti untuk mengeksplorasi Mars.

Keberadaannya yang sama-sama dalam Aphelion ini menimbulkan ketertarikan bagi peneliti untuk mengeksplorasi Mars.
PulseFeed

Space Explore, Rabu, (23/08), melaporkan bahwa pada 2021 tertangkap gambar panorama dari Curiosity’s MastCam dari sebuah situs bernama “ Pontours” di dalam Kawah Gale. 

Dok. Istimewa
PulseFeed

Berdasarkan hasil tangkapan gambar tersebut terdapat 143 foto yang menyusun bentuk mozaik dari lumpur yang mengering di Mars. Lumpur kering ini ketika diamati ternyata mirip dengan lumpur kering yang ada di Bumi

Dok. Istimewa
PulseFeed

Lumpur kering di Mars ini kemudian membentuk retakan. Dari retakan ini kemudian mengarah pada dugaan terkait perubahan iklim di planet Mars

Terdapat retakan lumpur yang berbentuk heksagonal dengan membentuk celah “Y”, padahal sebelumnya retakan yang terlihat yakni berbentuk “T” setelah satu kali pengeringan. 

Terdapat retakan lumpur yang berbentuk heksagonal dengan membentuk celah “Y”, padahal sebelumnya retakan yang terlihat yakni berbentuk “T” setelah satu kali pengeringan. 
PulseFeed

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, retakan lumpur di Mars ini kerap terjadi berulang kali. 

Dok. Istimewa
PulseFeed

Karena kejadian tersebut, para ilmuwan menyimpulkan bahwa Mars, memiliki variasi musim yang sama seperti di Bumi. Secara khusus ilmuwan menduga bahwa kemungkinan Mars memiliki musim hujan dan kemarau.  

Adanya pergantian musim pada planet Mars ini akhirnya muncul pertanyaan terkait apakah ada kehidupan yang berdiam diri di Planet Mars. 


Sebab retakan lumpur yang berada di Mars ini seakan memberikan petunjuk atas kehidupan di Mars. 

Selain itu terdapat keberadaan Molekul seperti RNA dan Protein di dalam Mars yang bisa dikatakan sebagai salah satu bahan-bahan yang penting dalam membangun kehidupan di suatu Planet.    
Rekomendasi