Bumi merupakan Planet yang memiliki 2 hingga 4 musim. Pada daerah dengan musim tropis cenderung hanya mempunyai 2 musim dalam setiap tahunnya.
Planet itu ialah Mars. Mars dan Bumi merupakan planet yang sama-sama berada dalam aphelion serta berada dalam sisi berlawanan dengan Matahari. Keduanya mempunyai jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta km.
Advertisement
Keberadaannya yang sama-sama dalam Aphelion ini menimbulkan ketertarikan bagi peneliti untuk mengeksplorasi Mars.
Space Explore, Rabu, (23/08), melaporkan bahwa pada 2021 tertangkap gambar panorama dari Curiosity’s MastCam dari sebuah situs bernama “ Pontours” di dalam Kawah Gale.
Berdasarkan hasil tangkapan gambar tersebut terdapat 143 foto yang menyusun bentuk mozaik dari lumpur yang mengering di Mars. Lumpur kering ini ketika diamati ternyata mirip dengan lumpur kering yang ada di Bumi.
Lumpur kering di Mars ini kemudian membentuk retakan. Dari retakan ini kemudian mengarah pada dugaan terkait perubahan iklim di planet Mars.
Advertisement
Advertisement
Terdapat retakan lumpur yang berbentuk heksagonal dengan membentuk celah “Y”, padahal sebelumnya retakan yang terlihat yakni berbentuk “T” setelah satu kali pengeringan.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, retakan lumpur di Mars ini kerap terjadi berulang kali.
Karena kejadian tersebut, para ilmuwan menyimpulkan bahwa Mars, memiliki variasi musim yang sama seperti di Bumi. Secara khusus ilmuwan menduga bahwa kemungkinan Mars memiliki musim hujan dan kemarau.
Adanya pergantian musim pada planet Mars ini akhirnya muncul pertanyaan terkait apakah ada kehidupan yang berdiam diri di Planet Mars.
Advertisement
