Soimah Mengaku Dididik Kayak Orang Susah, Buat Makan Cari Bayam Dekat Comberan

Selebritis sekaligus seniman kenamaan Tanah Air, Soimah rupanya menyimpan banyak cerita semasa kecil yang cukup unik. Berada di puncak karier hingga membuat namanya bersinar terang tak lain berasal dari didikan keras dari kedua orang tua.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Soimah Mengaku Dididik Kayak Orang Susah, Buat Makan Cari Bayam Dekat Comberan
Soimah dan keluarga. Instagram/@showimah

Selebritis sekaligus seniman kenamaan Tanah Air, Soimah rupanya menyimpan banyak cerita semasa kecil yang cukup unik. Berada di puncak karier hingga membuat namanya bersinar terang tak lain berasal dari didikan keras dari kedua orang tua.

Meski dikenal dari keluarga yang sederhana, rupanya hal tersebut bukanlah suatu hal yang sepenuhnya benar. Hal ini pun ia ceritakan langsung kepada komedian Abdel Achrian saat keduanya berbincang.

Semasa kecil, wanita yang dikenal dengan suara melengking nan merdu ini pernah rela mencari sayuran sendiri untuk diolah dan dimasak. Lantas, sebenarnya seperti apa perjuangan Soimah hingga menjadikannya sosok tangguh seperti saat ini?

Simak informasi selengkapnya seperti yang berhasil dirangkum berikut ini.

Ceritakan Kehidupan Awal

Merujuk dari sebuah video dengan judul ‘Wawacanda Soimah – Pernah Tinggal di Dalam Garasi’ yang diunggah pada kanal Abdel Achrian, sang komedian sekaligus presenter Abdel Achrian melontarkan pertanyaannya secara langsung kepada Soimah.

Rupanya, persepsi publik mengenai kehidupan awal Soimah yang sulit tidaklah sepenuhnya benar. Sebab, ternyata Soimah merupakan anak dari sosok yang cukup terpandang di daerahnya.

"Nah, ceritanya banyak itu. Soimah dulu tuh kayak begini. Memang sesusah itu?," tanya Abdel.

"Sebenarnya begini ya, cing. Agak panjang ini ceritanya, sebenarnya dulu bapak saya itu carik (sekretaris desa). Zaman dulu kan carik itu sudah pangkatnya itu sudah ini lah. Terus bapak pensiun, jadi diambil alih lah sama ibu karena sudah tua," ceritanya.

Dididik Jadi Orang Sederhana

Meski merupakan putri dari keluarga yang memiliki pangkat, namun kedua orangtuanya tak mendidiknya menjadi anak yang terlalu bergantung pada orangtua. Wanita berusia 40 tahun tersebut menceritakan, kedua orangtuanya justru mendidik Soimah dalam kesederhanaan.

"Nah sebenarnya mau dibilang susah-susah banget, itu sebenarnya enggak. Cuma enggak tahu ya, ibuku itu mendidik anaknya itu kayak orang susah cing, gitu loh," ujarnya.

Terbiasa Kekurangan

Bahkan, dirinya benar-benar dibimbing untuk menjadi seorang anak yang serba kekurangan. Berbagai perlengkapan hingga kebutuhan perempuan dan pakaian baru pun menjadi barang mahal baginya pada saat itu.

"Makanya tadi kayak cenderung pelit lah, gitu ya," ujar Abdel.

"Iya, makanya sama duit, apapun itu, baju bagus, apalagi hand body kebutuhan anak perempuan, ah boro-boro. Baju saja ibaratnya malam takbir kalau kita enggak nangis itu enggak dibeliin," ceritanya.

Harus Bisa Berpikir

Sang ibunda nampaknya menjadi salah satu sosok yang berpengaruh besar terhadap perkambangan sikap dan karakter Soimah pada saat itu. Wanita kelahiran Pati, Jawa Tengah itu pun mengaku harus memutar otak saat sang ibunda tak mempersiapkan makanan bagi dirinya.

"Ibu kan ke pasar jam 3 pagi, kalau aku enggak bangun ya enggak ditinggali uang saku. Terus kalau pulang sekolah itu kan ibu kalau belum pulang dari pasar kan enggak ada lauk, enggak ada yang masak, enggak ada uang juga buat jajan atau beli makanan, ya jadi kita harus memutar otak sendiri," kenangnya.

Cari Sayuran untuk Bisa Makan

Alhasil, ia pun seringkali harus mencari sayuran terlebih dahulu untuk dapat diolahnya sendiri menjadi makanan. Meski saat itu dirinya tak menyadari tengah mendapatkan didikan dari sang ibunda, namun kini hal tersebut justru semakin dirasakannya. Soimah mengaku menjadi sosok yang lebih tangguh untuk menghadapi berbagai masalah di kehidupannya saat ini.

"Jadi aku nyari bayam yang dekat comberan, nyari daun pepaya, nyari apa yang bisa kita makan. Mungkin marut kelapa yang dicampur sama garam terus dimakan sama nasi. Terus petis dari ikan," ceritanya.

"Itu masak sendiri?," tanya Abdel.

"Iya, makanya kita harus mutar otak. Sekarang aku baru tahu cing kenapa dulu ibu melakukan itu padahal ada duit. Ya ternyata aku sering kebiasaan untuk memutar otak, jadi enggak takut kelaparan," tuturnya.

Rekomendasi