Kebaikan memang tak selalu terbalaskan secara langsung. Ada kalanya manusia harus bersabar menanti rejeki dari Tuhan.
Seperti sosok seorang pria yang bekerja sebagai pemulung di Pontianak, Kalimantan Barat ini. Menggantungkan hidup memulung barang bekas tak lantas membuatnya buta hati.
Ia masih ikhlas untuk membersihkan jalanan menyapu setiap hari. Seperti apa kisahnya? Berikut ulasannya, dilansir dari kanal YouTube , Rabu (21/7).
Advertisement
Hidup di Jalanan
Beratapkan terpal dan tembok kayu sederhana, pria itu terpaksa tinggal di jalanan. Badannya yang kurus seolah hendak bersembunyi di balik pakaian compang camping miliknya.
"Abang tinggal di sini?" tanya sang presenter.
"Iya, tinggal di sini," jawabnya.
Merantau ke Pontianak
Semua hal itu berawal dari ceritanya sejak 10 tahun yang lalu. Kala itu, ia nekat merantau dan berharap mampu mengais rejeki di Pontianak. Namun, ia malah tak mampu kembali ke kampung halaman lantaran tak punya uang.
"Sudah lama tinggal di sini?" tanyanya.
"Ya sudah 10 tahun sih di Pontianak," ungkapnya.
Advertisement
Ingat Keluarga
Sesekali, di tengah cuaca dingin yang menusuk tubuh, ia masih teringat dan rindu keluarga. Meski dirinya mengaku tak tahu apapun soal kabar dari keluarga di kampung halaman.
"Ingat sama keluarga, bang. Sampai saya nangis-nangis bukan karena ingin dikasih nasi atau uang gitu, gak," katanya.
"Keluarga di mana?" tanya presenter.
"Itu lah, enggak tahu masih hidup atau sudah meninggal gitu," paparnya.
Advertisement
Bersihkan Jalanan Tak Digaji
Kendati memiliki beban hidup yang luar biasa, ia masih bersedia dan ikhlas untuk memperhatikan lingkungan. Pria itu menyapu jalanan setiap hari, meski tak pernah mendapatkan sepeser uang.
"Saya kan kerja nyapu, nyapu di jalan Gajahmada, cuma enggak digaji gitu kan. Saya ikhlas bang, ngangkut sampah pun enggak apa-apa, saya ikhlas," ungkapnya.
Ia berharap, suatu saat nanti bisa kembali ke tanah kelahiran. Dengan segala rejeki yang ada, ia bisa menyapa sanak saudara di Bandung, Jawa Barat.
"Saya perantauan bang, dari Bandung," tuturnya.
