Pemobil Meninggal Dunia Terkena Peluru Nyasar dari Pistol Polisi, Begini Kronologinya

Seorang pengemudi mobil tewas mengenaskan setelah terkena peluru nyasar dari seorang anggota Polantas yang tengah membersihkan senjata apinya.

Thomas Wardhana
Oleh Thomas Wardhana - Reporter
Pemobil Meninggal Dunia Terkena Peluru Nyasar dari Pistol Polisi, Begini Kronologinya
pistol nyasar. Instagram infokomando.official ©2022 Merdeka.com

Seorang pengemudi mobil tewas mengenaskan setelah terkena peluru nyasar dari seorang anggota Polantas yang tengah membersihkan senjata apinya.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu (2/11) siang. Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Suryanbodo Asmoro menyesali peristiwa yang terjadi dan akan menindak tegas anggotanya.

"Dalam kasus ini, kami menyampaikan prihatin atas musibah yang terjadi, untuk anggota tersebut akan dilakukan proses pidana dan kode etik. Kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya dan akan mengurus biaya rumah sakit hingga pemakaman," kata Kapolda dilansir Antara, Rabu (2/11/2022).

Berikut adalah kronologi kejadian pemobil tewas tertembak peluru nyasar.

Kronologi Pemobil Tertembak Pistol Polisi

Seorang pria bernama Suhardi meninggal dunia saat sedang mengendarai mobil karena terkena tembakan peluru nyasar tepat di kepalanya.

Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 11.30 WIB oleh seorang anggota Polantas Polresta Pontianak yang sedang beristirahat setelah bertugas dalam mengatur lalu lintas.

Pelaku berinisial FM berniat untuk membersihkan senjata laras pendek yang basah karena terkena air hujan. Demikian dilansir Antara.

Saat sedang dibersihkan, seketika terdengar ledakan dan peluru dari senjata itu mengenai dinding dari tripleks dan peluru itu memantul hingga ke luar ruangan pos. Tak hanya itu, peluru tersebut sampai menembus kaca mobil dan mengenai korban yang saat itu sedang berhenti.

Jarak antara mobil korban dan pos hanya berjarak sekitar 15 meter dan saat itu sedang berhenti di lampu merah. FM curiga karena salah satu mobil tidak bergerak saat lampu sudah menyala hijau. Saat dicek, korban sudah dalam keadaan tak sadarkan diri dan segera dievakuasi untuk dibawa ke rumah sakit.

Korban Tewas karena Luka Parah di Kepala

Suhardi tewas karena luka parah di bagian kepala dan mengenai telinga korban.

Proses evakuasi berjalan dramatis dan terlihat beberapa warga juga ikut membantu mengeluarkan korban dari dalam mobil. Korban langsung dibawa ke rumah sakit guna mendapat perawatan lebih lanjut.

Namun karena luka yang cukup parah, korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Atas peristiwa tersebut, Polda Kalbar juga telah melakukan olah TKP guna penyelidikan lebih lanjut.

Permohonan Maaf Kapolda Kalbar

Atas peristiwa tersebut, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Suryanbodo Asmoro meminta maaf dan akan menanggung semua biaya rumah sakit beserta pemakamannya.

"Dalam kasus ini, kami menyampaikan prihatin atas musibah yang terjadi, untuk anggota tersebut akan dilakukan proses pidana dan kode etik. Kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya dan akan mengurus biaya rumah sakit hingga pemakaman," imbuh Kapolda Jabar.

Sejalan dengan Kapolda Suryanbodo Asmoro, Ditreskrimum Polda Kalbar Kombes Pol Aman Guntor menyatakan bahwa kepolisian sudah memeriksa beberapa saksi termasuk rekan pelaku yang saat itu ikut menyaksikan peristiwa tersebut.

"Korban meninggal di rumah sakit, dan dalam kasus ini kami sudah memeriksa beberapa saksi termasuk teman pelaku dan masyarakat di sekitar TKP," menurut penuturan Aman Guntor

Kapolda Kalbar menambahkan bahwa Pelaku FM akan diancam pasal 359 KUHP atau kelalaian hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia dan diancam hukuman pidana dan kode etik.

Publik Prihatin

Peristiwa tersebut tak lepas dari pantauan warganet. Banyak yang merasa prihatin akan peristiwa tersebut dan menyayangkan sikap pelaku yang tidak menjalankan SOP dengan tepat.

Warganet juga menilai bahwa kepolisian harus benar-benar turun tangan dan menindaklanjuti peristiwa tersebut secara adil. Berikut beberapa tanggapan warganet.

"Dengan kata lain = Anggota yg bertugas tidak menjalankan SOP keamanan saat memegang senjata dengan baik hingga menyebabkan korban jiwa (wajib dihukum seberat²nya)," komentar akun @affandi***

"mestinya peluru dikeluarkan dulu baru dibersihkan... saya pernah kenal polisi yg baik aja. Kalo ga pengamanan, peluru dikeluarkan smua. Takutnya ga sengaja meletus , atau disalah gunakan," komentar akun @yulia***

"Enak aja, pelaku yg teledor harus bertanggungjawab tuh sama keluarga korban. Kalau korban tulang punggung gimana???," tulis akun @aubrie***

"Senjata laras pendek? Pistol ya.. polisi kita biasanya revolver ya, ko bisa discharge gitu ya, ga diamanin dulu apa.. kasian keluarganya.. jangan cuma pemakanan dan rs sebaiknya, karena yang meninggal mungkin yang menafkahi keluarga," tulis akun @putrasulung***

"SOP buat apa si? Kan wajib safety On saat membersihkan senjata atau magazine wajib tidak terpasang, Fix ini kelalaian meskipun tidak disengaja.. pasti anggota dikasih tau caranya bagaimana membersihkan & merawat,sangat disayangkan kejadian konyol seperti ini terjadi,benar benar diluar nalar Wallahu a'lam bhissowab😭🙏🏻," komentar akun @zaldi***

 

Rekomendasi