Hari kiamat adalah hari yang menandai berakhirnya kehidupan umat manusia di muka bumi. Tidak hanya itu, kiamat juga merupakan akhir dari semua eksistensi kehidupan makhluk yang diciptakan oleh Allah.
Al-Qur’an menggambarkan hari kiamat adalah hari yang sangat menakutkan. Ketika bumi hancur dan gunung-gunung beterbangan. Proses terjadinya kiamat dimulai ketika Malaikat Israfil meniup terompet sangkakala.
“...kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan tiba-tiba.” (Surat Al-A’raf:187).
Seperti apa suasana saat hari kiamat tiba dan bagaimana nasib manusia yang hidup di bumi? Simak ulasannya sebagai berikut.
Advertisement
Gambaran Terjadinya Kiamat
Meskipun Al-Qur’an tidak memberitahu manusia kapan kiamat akan terjadi, namun, Allah memberikan gambaran seperti apa terjadinya kiamat jika waktunya telah tiba. Allah berfirman:
“...dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Surat Al-hajj:7)
Allah akan menurunkan bebatuan yang disebut sebagai badai berbatu. Badai itu akan menghancurkan semua makhluk hidup yang ada di bumi sehingga mereka yang inkar akan menyesali perbuatannya.
“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit. Bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?” (Surat Al-Mulk:17)
Advertisement
Malaikat Israfil Meniup Sangkakala dan Bumi Berguncang
Proses terjadinya kiamat dimulai ketika Malaikat israfil meniup sangkakala. Sangkakala adalah sebuah terompet yang berbentuk seperti sebuah tanduk. Allah memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniupkan terompet sangkakala.
Tiupan sangkakala pertama oleh Malaikat Israfil dapat mematikan siapa saja yang ada di langit dan bumi. Hal itu selaras dengan firman Allah yang artinya:
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah." (QS. Al-Zumar/39: 68)
Setelah sangkakala ditiup maka bumi kemudian berbincang dan isi perut bumi pun berhamburan. Allah berfirman:
"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat). Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya." (QS. Al-Zalzalah/99: 1-2).
Advertisement
Gunung Berhamburan dan Terbelahnya langit
Setelah Allah menggoncangkan dan menyebabkan isi perut bumi berhamburan keluar, maka manusia akan beterbangan. Gunung-gunung pun akan berhamburan seperti bulu-bulu yang terbang dan langit menjadi terbelah.
Hal itu sesuai dengan firman Allah: "Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran. Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan." (QS. Al-Qariah: 4-5).
"Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana." (QS. Al-Muzzammil: 18).
