Irjen Pol. Krishna Murti mengungkap sosok 'Candra'. Tak lain, sebutan itu diungkapnya merujuk pada sosok penipu via telepon.
Melalui hal itu, Krishna turut memberikan penjelasan mengenai cara bermain para sosok kriminal di balik pesawat telepon. Lantas, seperti apa peringatan yang diungkap sosok jenderal Polri bintang dua itu?
Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Advertisement
Jenderal Polri Ungkap Candra
Beberapa waktu lalu, Krishna Murti melalui akun Instagram pribadinya dalam @krishnamurti_bd91 membagikan sebuah tulisan berupa peringatan kepada publik. Tulisan itu mengungkap mengenai komplotan kriminal yang dikenal luas dengan julukan 'Candra'.
Sosok para 'Candra' diungkap eks Karomisinter Divhubinter Polri itu justru adalah para napi yang sedang menjalani hukuman di Lapas.
"Candra ini biasanya gerombolan Lapas," ungkapnya.
Menariknya, para gerombolan tahanan ini dapat mengendalikan permainan dari balik jeruji besi. Bahkan, Krishna mengungkap sejumlah lokasi yang kerap menjadi sarang para pelaku untuk beraksi.
Di antaranya yakni berupa sel tahanan yang berada di Salemba, Banceuy, Palembang, Medan, hingga Surabaya. Kelima lokasi tersebut bahkan dapat dengan mudah ditandai.
"Beberapa kali ditangkap, mainnya dari Lapas. Salemba, Banceuy, Palembang, Medan, Surabaya. Ya itu-itu aja lah lokasinya," sambungnya.
Advertisement
Jelaskan Modus
Selain menjelaskan sosok hingga lokasinya, Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu juga mengungkap soal modus hingga cara bermain para 'Candra' hingga berhasil menuai korban.
Salah satu caranya yakni para pelaku bakal membuat akun media sosial dengan menempelkan foto profil sosok yang dianggapnya menarik. Tak lain, semua hal tersebut digunakan pelaku guna memikat korban.
"Atau mereka bikin IG dan FB pakai foto orang ganteng. Ngajak kenalan cwk yang katro gitu," ceritanya.
Usai terpikat, pelaku lantas mengajak korban untuk saling berhubungan secara virtual. Buntutnya, rekaman yang berhasil diperoleh pelaku bakal dijadikan sebagai alat pemerasan untuk disebarkan.
"Mulai ajakin pacaran online. Mulai modusin pakai gituan online, terus pemerasan ancam disebarin. Ya rata-rata pemainnya adalah napi Lapas," terangnya.
"Kamu harus ngerti supaya gak ketipu sama si Candra," kata Krishna.
Advertisement
Reaksi Warganet Bernama Candra
Penjelasan Krishna mengenai sosok di balik 'Candra' dan segala bentuk pemerasan tak sedikit membuat publik menorehkan beragam tanggapan.
Ada berbagai komentar dengan tanggapan serius hingga cukup menggelitik.
Salah satu bentuk komentar yang cukup kocak yakni terlontar dari seorang warganet bernama serupa, Candra.
Sosoknya pun mengaku bakal melaporkan Krishna lantaran seolah menggunakan namanya guna mengungkap tindak kriminal yang rupanya telah menjadi rahasia umum. Lucunya, Candra bakal melaporkan jika tak difollow back Krishna Murti.
"Kalau gak di follback saya laporkan pencemaran nama baik loh Jenderal..!!," tulis akun @candrafa22
Advertisement
Dibalas Krishna
Sontak saja, Krishna langsung memberi balasan. Di antara banyaknya tanggapan yang disematkan, komentar milik warganet bernama Candra yang justru menyedot atensinya.
Kocak, Krishna justru melempar tanggapan yang juga begitu menggelitik.
"@candrafa22 maaf mas," balas Krishna melalui @krishnamurti_bd91
