Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyarankan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk rumah tangga seharusnya lebih dari 10 persen atau lebih tinggi dari yang diusulkan oleh pemerintah.
Fabby mengusulkan bahwa kenaikan tarif setrum untuk rumah tangga dengan kapasitas 450 volt ampere (VA) hingga 900 VA seharusnya bisa naik hingga 30 persen.
"Soalnya untuk rumah tangga golongan itu tentu saja bukan orang miskin. Orang miskin itu malah nggak dapet listrik," ujar Fabby saat dihubungi oleh PulseFeed, Minggu (4/3).
Disamping itu, tarif listrik rumah yang mempunyai kapasitas listrik dengan kisaran 450 VA hingga 900 VA masih disubsidi oleh pemerintah sebesar 60 persen dari tarif yaitu Rp 598 per kilo watt hour (Kwh).
Dia juga menampik bahwa kenaikan tersebut akan memberatkan pengeluaran rumah tangga dengan hitungan tambahan kenaikan tarif listrik hanya Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per bulan. "Itu kan tidak seberapa kenaikannya," kata Fabby. Selama ini konsumsi peralatan rumah tangga yang paling banyak menyedot setrum antara lain pemakaian pendingin ruangan (AC), lemari pendingin/kulkas, pompa air, dan rice cooker.
Untuk itu, lanjut Fabby, masyarakat harus memilih prioritas kebutuhan rumah tangga untuk menghadapi kenaikan tarif listrik. "Kan ada biaya lain yang bisa dipotong. Seperti pemakaian pulsa dan uang rokok," kata dia.
Sementara untuk pengguna listrik dengan kapasitas 1.300 hingga 2.200 VA disarankan untuk tidak naik terlalu tinggi. Pasalnya, untuk pelanggan listrik dengan kisaran kapasitas itu membayar listrik dengan tarif yang lebih tinggi dibandingkan pelanggan listrik 450 Va hingga 900 VA, yaitu sekitar Rp 700 per Kwh.
Malah, Fabby menyarankan agar tarif listrik untuk pelanggan dengan kapasitas 450 VA ke bawah juga ikut dinaikkan. "Bukan apa-apa, tapi memang subsidi pemerintah sudah banyak ke mereka. Tapi malah orang miskin tidak dapat subsidi apa-apa," kata Fabby. Dia menambahkan bahwa dengan beban subsidi yang ringan, maka pemerintah dapat mengalokasikan dana untuk penyambungan listrik desa maupun daerah terpencil.
