Kementerian Perumahan Rakyat merencanakan akan membedah 500.000 rumah penduduk miskin tahun depan dengan perkiraan biaya Rp 3,5 triliun dan akan dimasukkan pada APBN 2013.
Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan bahwa target bedah rumah ini meningkat dibandingkan bedah rumah tahun ini sebesar 250.000 rumah dengan biaya renovasi Rp 6 juta per unit.
“Untuk tahun depan saya minta (anggaran untuk bedah rumah) menjadi 500.000 unit dengan nilai per rumah Rp 7 juta,” ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/4).
Faridz mengungkapkan bahwa target pada tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 60.000 rumah dengan anggaran Rp 5 juta per unit. Untuk tahun ini Kemenpera menargetkan merenovasi rumah rakyat miskin di 33 kabupaten di 33 provinsi.
“Kami fokus ke satu kabupaten (di setiap provinsi). Itu di luar untuk nelayan dan desa-desa tertinggal yang disesuaikan dengan Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT ),” jelas dia.
Renovasi rumah rakyat miskin ini, lanjutnya, merupakan salah satu program unggulan dalam Masterplan Percepatan Pengurangan dan Pengentasan Kemiskinan (MP3KI) oleh pemerintah. Anggaran program ini nantinya masuk dalam pos belanja bantuan Kemenpera.
“Indikator kemiskinan di Indonesia itu ada 14 poin. Kalau rumah itu dibedah, kami bisa menyelesaikan 8 poin dari 14 poin,” tuturnya.
