Satu pesan Jero kepada Widjajono yang belum ditaati

Permintaan Jero Wacik kepada Widjajono yang telah ditaati adalah lebih mendengarkan masyarakat.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Satu pesan Jero kepada Widjajono yang belum ditaati
wamen. PulseFeed/ari basuki

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengaku masih merasa sangat kehilangan dengan wafatnya Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo akhir pekan lalu. Jero menyebut, ada satu permintaannya yang sampai akhir hayat belum dilakukan bawahannya itu. 

"Saya sempat menegur dua hal ke Pak Wid, yang pertama sudah berhasil. Waktu pertama-tama jadi Menteri dan Wakil Menteri ESDM, dia sering bilang ke publik, saya usul begini-begitu tentang BBM dan gas, lalu saya bilang ke dia, 'you pemerintah sekarang, you wamen. Kamu yang harus banyak mendengar dari rakyat.' Terus dia ngerti," ungkap Jero di kantornya, Jakarta Senin (23/4)

Jero menyebut, bahwa kepemimpinan dia dan guru besar perminyakan ITB itu di ESDM saat ini adalah sebagai dwitunggal yang saling melengkapi dan banyak disebut sebagai dynamic duo

"Saya bersama-sama dengan dia masuk ITB tahun 1970. Dia masuk jurusan perminyakan, saya masuk mesin. Saya pintar dia pintar. Dia berkarier di kampus sampai kemudian mendapatkan gelar tertinggi, professor di bidang perminyakan," jelasnya.

Selama bekerja bersama, Jero mengatakan Widjajono begitu menghormatinya sebagai atasan. Karenanya, Jero bersama Widjajono pun bertekad untuk memberikan energi yang bersih, murah dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia dengan mengurangi ketergantungan pada BBM.

"Namun, ada teguran saya yang belum dilakukannya yaitu cukur rambut. Saya sering dibilang di milis ITB, 'Pak Wacik, suruh dong Pak Wamen Potong rambut'. Saya balas saja ke mereka, 'Pak Wid itu kusut rambutnya, tapi enggak hatinya'. Ternyata sampai meninggal kemarin dia belum potong rambut, ya sudahlah," tandasnya diiringi gelak tawa para hadirin.

Wakil Menteri Widjajono Parto Widagdo telah meninggal pada Sabtu (21/4) lalu saat mendaki di gunung Tambora di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Jenazahnya telah dimakamkan di San Diego Hills pada Minggu (22/4).

 
Rekomendasi