Krakatau Steel bangun pabrik pengolahan USD 530 juta

Pabrik tersebut akan mempunyai kapasitas produksi 1,2 juta ton hot metal per tahun.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Krakatau Steel bangun pabrik pengolahan USD 530 juta
baja. PulseFeed/krakatausteel.com

Perusahaan pengolahan baja Krakatau Steel berencana untuk membangun pabrik pengolahan baja baru yang disebut dengan Blast Furnace Complex dengan investasi sekitar USD 530 juta.

Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan bahwa pembiayaan untuk pembangunan pabrik tersebut berasal dari peminjaman tiga bank pelat merah yaitu Bank Mandiri, BNI dan BRI yaitu senilai USD 450 juta. "Sisanya didanai kari KS sendiri," ujar dia.

Dia juga mengatakan, pabrik yang mempunyai kapasitas produksi sebesar 1,2 juta ton hot metal per tahun ini akan dibangun oleh konsorsium MCC-Capital Engineering & Research Incorporation Limited , MCC ACRE dan PT Krakatau Engineering.

Fazwar juga mengungkapkan, pinjaman yang disalurkan 3 bank BUMN ini berjangka waktu 6 tahun senilai USD 250 juta yang terdiri atas bank Mandiri USD 100 juta, BNI USD 100 juta dan BRI USD 50 juta. "Pendanaan awal pada tahun pertama USD 40 juta yang dicairkan," ujar Fazwar.

Dia juga mengatakan proyek pembangunan pabrik ini akan dimulai pada akhir bulan Mei ini efektif setelah kontrak ditandatangani. "Menurut kontrak selesainya selama 36 bulan, tapi kalau bisa dipercepat jadi 30 bulan supaya manfaatnya bisa dinikmati lebih cepat," lanjut Fazwar.

Pabrik ini, kata dia, bisa memberikan simpanan USD 40-50 per ton. Produksi dari pabrik ini nantinya 90 persen untuk pasar domestik dan 10 persennya akan diekspor. "Yang rutin itu ekspor kita biasanya ke Australia, Malaysia," katanya. Mengenai krisis di Eropa, kata Fazwar, sampai saat ini belum ada pengaruhnya pada PT Krakatau Steel.

Rekomendasi