Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan pemerintah akan membantu permodalan untuk investasi pembangunan perusahaan smelter di dalam negeri. "Karena membangun smelter itu kan perlu modal besar," kata Hidayat seusai acara Indonesia Mining Updates di Jakarta, Kamis (31/5).
Menurutnya, peranan pemerintah memang sangat dibutuhkan melalui perbankan. Bank-bank yang akan memberikan bantuan nantinya adalah bank-bank BUMN. Di negara-negara yang sudah kuat, pembangunan perusahaan smelter sudah dibantu oleh bank. "Jadi ini harus jadi sektor yang prioritas," tambahnya.
Namun, mengenai skema bantuan permodalan melalui bank ini, kata dia, pemerintah masih dalam tahap pembicaraan. "Maksud saya jangan sampai kita hanya mengandalkan investasi asing," ucapnya.
Dalam acara pertemuan dengan para ahli dan praktisi pertambangan ini, kata Hidayat, pemerintah ingin meminta masukan terutama pada tataran implementasi. "Kita juga minta masukan dari mereka apa yang mesti kita lengkapi dari aturan agar sesuai dan mulai berlaku di 2014," katanya.
Sebelumnya pemerintah telah memulai membatasi ekspor mineral mentah dengan membebankan bea keluar kepada perusahaan yang masih belum mengolah hasil tambangnya di dalam negeri. Bea Keluar yang dibebankan kepada pengusaha telah dipatok secara merata yaitu 20 persen untuk 65 jenis bahan mineral. Aturan tersebut akan mulai berlaku 1 Juni nanti.
