Air Liquide, sebuah perusahaan gas untuk industri, kesehatan, dan lingkungan, menambah kapasitas produksi dan jaringan pipanya di area industri Cilegon, Jawa Barat, Indonesia. Demikian dikatakan Presiden Direktur, Air Liquide Indonesia Xu Yan dalam siaran pers yang diterima PulseFeed, Senin (11/5).
Air liquid rencananya akan membangun Unit Pemisah Udara (Air Separation Unit/ASU) baru yang mampu memproduksi lebih dari 2.000 ton per hari (tpd) gas dan liquid oksigen, nitrogen, dan argon. Proyek ini akan bergabung dengan dua ASU dan liquefier 440 ton per hari yang telah ada sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memanfaatkan peluang baru dalam area industri.
Proyek pembangunan unit ini dijadwalkan akan beroperasi pada tahun 2013. Investasi baru ini akan meningkatkan kapasitas pasokan gas di Cilegon sebesar dua kali lipat dari sebelumnya.
Cilegon merupakan pusat dari industri berat dan industri kimia di Indonesia dengan banyak pabrik baja dan petrokimia yang beroperasi di area tersebut. Air Liquide telah menjadikan Cilegon sebagai pusat produksinya di Indonesia, berdasar pada infrastruktur yang komprehensif dan lokasi yang strategis.
"Air Liquide akan berinvestasi sebesar Rp 500 miliar untuk proyek pengembangan Cilegon yang merupakan tambahan dari investasi Rp 700 miliar yang baru-baru ini diumumkan pada bulan Maret," kata Xu Yan.
Selanjutnya dia mengatakan, investasi baru ini akan memperkuat posisi Air Liquide sebagai pemimpin industri gas di Indonesia dan menunjukkan komitmen jangka panjang di bidang manufaktur baja dan kimia.
