Kegagalan satelit Telkom-3 mengorbit ke angkasa mengundang keprihatinan berbagai pihak. Termasuk Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Sebab, hal ini berkaitan dengan infrastruktur teknologi dan telekomunikasi yang memang dibutuhkan di era yang serba canggih seperti saat ini.
"Konsen kita memang bagaimana bisa mewujudkan sarana pendukung teknologi dan telekomunikasi yang berkualitas. Sangat disayangkan dengan kejadian gagal orbitnya Satelit Telkom-3," ungkap Sekretaris Jenderal APJII Sapto Anggoro kepada PulseFeed, Rabu (8/8) malam.
Dalam pandangannya, kegagalan Telkom-3 meluncur ke angkasa berpotensi menjadi batu sandungan yang menghambat mimpi PT Telekomunikasi Indonesia untuk menambah jaringan pelanggannya di Tanah Air. "Bisa jadi semacam delay atau tertunda," katanya.
Selain menyoroti gagal orbit satelit Telkom-3, pihaknya juga menyayangkan terputusnya kabel fiber optic Matrix Indonesia ke Singapura yang terputus di wilayah perairan Indonesia. Sapto menjelaskan, pihaknya baru mendapat kepastian kabar tersebut Selasa (7/8) malam. Dampaknya, kata dia, cukup signifikan.
"Sekitar 1,5-2 juta pengguna internet di Indonesia terkena dampaknya. Kecepatan akses jaringan tidak maksimal," tegasnya. Pihaknya berharap, gangguan pada sistem infrastruktur teknologi bisa segera dibenahi. Pada dasarnya, kata dia, untuk perbaikan dan penyambungan kembali kabel optik tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya saja, untuk proses perizinan yang kemungkinan memerlukan kerja keras.
Pihaknya berharap kerjasama pemerintah untuk mendukung proses perbaikan tersebut. Terutama Dirjen Perhubungan Laut terkait izin kapal asing yang akan memasuki wilayah perairan Indonesia untuk proses perbaikan kabel optik tersebut. "Harapannya, kalau sarana dan prasarana berkualitas, seluruh wilayah Indonesia akan melek internet," tutupnya.
