Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklaim sejak diluncurkan pada 27 Mei 2011, sampai dengan akhir Juli 2012 implementasi proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), telah mencapai 135 proyek dengan investasi senilai lebih dari Rp 490 Triliun.
"Strategi percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur, merupakan terobosan untuk menghindari middle income trap. Dengan cara itulah, kita akan luput dari stagnasi pembangunan yang banyak dialami oleh negara berpendapatan menengah," ujarnya dalam pidato kenegaraan di DPR, Jakarta, Kamis (16/8).
Dia menegaskan program yang diluncurkan pemerintah untuk mengatasi kesenjangan antar wilayah, antar desa-kota, dan antar sektor "Kesenjangan pembangunan, baik antar golongan masyarakat maupun antar daerah yang relatif masih tinggi, terus kita turunkan," katanya.
Langkah pemerintah, kata SBY, dengan melakukan langkah penurunan pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja formal, terutama didorong oleh pembangunan industri dalam kerangka (MP3EI). "MP3EI juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang digerakkan oleh inovasi. Modal pengetahuan harus kita kembangkan melalui penguatan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.
SBY berpesan pentingnya sinergi perguruan tinggi dan lembaga riset terhadap pengembangan industri yang dihasilkan dari MP3EI. "Dengan cara itu, pemanfaatan sumberdaya alam yang bernilai tambah, dapat terus kita tingkatkan," ujarnya.
