Sepanjang Januari-September 2012, Bankk Mandiri telah mengucurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga mencapai Rp 2,7 triliun. Untuk mencapai target penyerapan KUR tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 3,5 triliun, Mandiri hanya tinggal menyalurkan dana KUR sebesar Rp 800 miliar.
"Masih kurang Rp 800 miliar lagi dari target Rp 3,5 triliun tahun ini. Dalam tiga bulan bisa lah kita kejar," ujar Direktur Commercial and Business Banking Bank Mandiri Sunarso kepada wartawan, Senin (1/10).
Untuk mencapai target penyaluran KUR, perseroan tetap selektif dalam menyalurkan kredit kepada para debitor. Pihaknya mengaku tidak hanya menyalurkan KUR ke sektor hulu, melainkan juga merambah ke sektor perdagangan.
"Kita dorong ke hulu, sama dengan pemerintah, supaya pelaku-pelaku UMKM itu punya fix aset. Apakah itu lahan, mesin-mesin produksi," jelasnya.
Sunarso mengungkapkan, dana KUR yang belum tersalurkan sebesar Rp 800 miliar, akan diprioritaskan ke sektor hulu. Sejauh ini, kata dia, sudah ada calon debitor Rp 500 miliar. "Misalkan pertanian, industri kecil yang mengolah bahan baku jadi bahan setengah jadi," terangnya.
Hingga akhir September 2012, Bank Mandiri mencatat total penyaluran KUR sudah mencapai Rp 9,78 triliun sejak program pemerintah tersebut pertama kali diluncurkan pada 2007 lalu. Sementara target akumulatif yang ditetapkan sebesar Rp 10,5 triliun.
"Per September jumlah debitor sebanyak 198.000 nasabah dengan NPL (rasio kredit bermasalah) gross sebesar 1,6 persen gross. Wilayah penyaluran paling besar di Jawa Timur, Jawa Barat dan Sumatera untuk perkebunan," ucapnya.
