Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian mengaku sedang merancang 15 proyek pembangunan infrastruktur prioritas. Diharapkan proyek tersebut bakal menggenjot pelaksanaan MP3EI.
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Perekonomian Lucky Eko Wiryanto mengaku usulan ini telah dibahas di level internal dan disetujui Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Pemerintah saat ini memiliki 850 usulan proyek berbasis MP3EI, sehingga penentuan prioritas penting dilakukan.
"Jadi sebetulnya sekarang ini semua proyek kan berdasarkan usulan, kita coba urutkan, mana 15 yang tertinggi, poinnya kan tidak cuma berdasarkan dampak ekonomi, tapi juga kepentingan strategis," katanya, Dengan syarat diantaranya mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus.
Pihaknya bersiap mengajak berembuk Kementerian Keuangan dan Bappenas agar menyepakati pembangunan 15 proyek percontohan tersebut. Sehingga tanggung jawab bisa ditanggung setiap instansi pemerintah terkait.
"Komitmen harus sama-sama. Jadi jangan lagi ada (proyek) yang putus di tengah jalan. Dan saya tidak ingin tanggung jawab hanya di tangan Kementerian Keuangan saja misalnya," kata Lucky seusai diskusi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (3/12).
Lucky mengaku belum bisa merinci infrastruktur jenis saja, yang akan termasuk dalam 15 proyek unggulan tersebut karena masih proses penilaian. Namun prioritas pembangunan proyek ada di kawasan Indonesia timur.
Dia mengatakan skema pembiayaan proyek tersebut masih dikaji. Diantaranya skema public private partnership (PPP), penerbitan surat utang, dan dibiayai APBN. Realisasi proyek belum bisa dilakukan sebelum 2014.
"Saya mau tidak main-main, skema pembiayaan harus dengan pendetailan yang world class. Saya tidak mau yang bikin konsultan ecek-ecek." katanya.
