PT Wijaya Karya (WIKA) menargetkan laba bersih dalam RKAP 2013 sebesar Rp 555,06 miliar. Angka ini naik 28,8 persen jika dibandingkan target laba dalam RKAP 2012 yang yang hanya Rp 430,68 miliar.
Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan mengatakan kenaikan target laba bersih ini didukung oleh adanya kenaikan target kontrak yang dikerjakan tahun 2013 mendatang. Dalam RKAP 2013, WIKA menargetkan kontrak yang dikerjakan senilai Rp 38,87 triliun.
"Target kontrak RKAP 2013 ini naik 21 persen dibandingkan target RKAP 2012 yang hanya Rp 32,09 triliun," ungkap Natal dalam acara media gathering di Jakarta, Senin (7/1).
Perolehan kontrak ini termasuk bawaan kontrak dari tahun 2012 sebesar Rp 18,12 triliun. Komposisi kontrak baru WIKA untuk 2013 masih akan didominasi oleh induk perusahaan dengan komposisi terhadap anak perusahaan sebesar 70 persen dan 30 persen.
Hingga Desember 2012, WIKA telah memperoleh kontrak sebesar Rp 16,9 triliun. Jumlah tersebut telah melampaui target 2012 yaitu Rp 16, 5 triliun. Khusus tahun 2012, beberapa proyek yang telah didapat antara lain proyek pembangunan jalan akses Jembatan Tayan senilai Rp 74,24 miliar, proyek pembangunan jaringan air baku kawasan Bregas II Rp 94,59 miliar, proyek hanggar Narrow Body GMF senilai Rp 444,5 miliar.
Selain itu, ada juga proyek Railway Facility Construction for Bekasi - Cikarang sebesar Rp 231,5 miliar, proyek Bandara Ngurah Rai Bali Paket JO Rp 106,01 miliar, pembangunan pusdiklat Pelindo senilai Rp 159,28 miliar.
"Kita juga ada proyek pakcage nomer 2 Reconstruction of National Road Section BTS A tengah Blangkejeren (Aceh) senilai Rp 125,3 miliar, pembangunan relokasi pipa air baku PDAM Surabaya senilai Rp 92,5 miliar, proyek Arthajasa BSD City senilai Rp 68,14 miliar dan pembangunan pasar Benhil Rp 1,57 triliun," tutupnya.
