Hatta sebut MRT tidak bisa ditunda

Keputusan mengenai porsi beban pemerintah pusat akan diambil hari ini, Selasa (15/1).

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Hatta sebut MRT tidak bisa ditunda
mrt. PulseFeed/arie basuki

Pemerintah pusat akan segera mengambil keputusan terkait komposisi pinjaman untuk megaproyek Mass Rapid Transit (MRT). Hari ini, Selasa (15/1), Menko Perekonomian Hatta Rajasa memanggil seluruh tim pengkaji untuk melakukan pembahasan akhir.

Hatta mengungkapkan, pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi terbatas siang ini untuk menerima dan mengambil keputusan nasib MRT. Akan hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

"Kita terima laporan hari ini untuk kemudian nanti diberikan keputusan," ujar Hatta saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (15/1).

Hatta melanjutkan pemerintah telah berkomitmen untuk membantu pemerintah daerah DKI Jakarta mewujudkan proyek ini. Pertumbuhan kendaraan yang tinggi membuat beban transportasi DKI semakin berat, sehingga menimbulkan masalah kemacetan.

"Keadaan transportasi DKI semakin hari semakin berat maka (proyek MRT) tidak bisa ditunda. Mobil sudah tembus 1 juta," tuturnya.

Pemerintah akan mengkaji secara komprehensif skema bantuan kepada pemda DKI dengan mengedepankan kehati-hatian penjagaan kondisi fiskal negara. Kondisi fiskal harus dilihat secara komprehensif baik dari segi investasi, VGF maupun pinjaman.

"Intinya kita harus membantu pemerintah DKI," ucapnya.

Rekomendasi