Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan saat ini masyarakat kurang memahami industri hulu minyak dan gas bumi (Migas) sehingga banyak kalangan yang menilai negatif industri migas.Dia mengakui pengelolaan migas sangat kompleks. Ada masalah teknologi dan yang masalah investasi dan sebagainya. Akan tetapi pembelajaran oleh stakeholders kepada masyarakat masih kurang sehingga masyarakat terkadang menilai negatif industri migas."Banyak yang mengalami understanding, ada kalanya tidak sampai sehingga mempunyai persepsi yang salah atau kurang pas," ujarnya kepada wartawan di Jakarta Rabu (16/1).Dia mengatakan kesalahan tersebut dipersepsikan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya migas. Kemudian, seolah-olah memproduksi migas sangat mudah padahal kenyataannya untuk memproduksi migas butuh proses yang sulit dan panjang. "Dikira tinggal muter keran langsung ngocor," tegas dia.Selain itu, kesalahan persepsi dalam menerjemahkan pasal 33 UUD 1945, akibatnya muncul pemikiran migas itu mendapatkannya harus secara gratis atau murah, sehingga pemerintah selama ini selalu mengalami kesulitan untuk memberikan penjelasan."Seperti kenapa kita harus memberikan insentif kepada investor, kenapa kita masih harus butuh investor asing . Sebenarnya itu wajar, masyarakat hanya kurang informasi soal industri migas," katanya.
Susilo: Masyarakat tahunya minyak seperti muter keran
Wakil Menteri ESDM mengkritik masyarakat yang salah menerjemahkan pasal 33 UUD 1945.
Advertisement
Rekomendasi
