Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) akan terintegrasi dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pertimbangannya, pembebasan lahan untuk SPBG terbilang sulit dan membutuhkan waktu lama.
"Kami maunya konsepnya sudah terintegrasi dengan SPBU," ujar Susilo di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (25/1).
Dengan kata lain, SPBG akan 'menumpang' di SPBU. Nantinya, di setiap SPBU akan diminta membangun SPBG juga. Dengan demikian, pengerjaan pembangunan SPBG bisa dipercepat dan tidak memakan waktu lama.
"Jadi langsung dibuat di SPBU untuk menciptakan infrastruktur bagi BBG. Kalau mencari lahan dan membuat pembangunan lagi justru nanti kesulitan membebaskan lahannya. Karena itu kami pasti gandeng sektor swasta," pungkas dia.
Susilo menambahkan, dengan sistem integrasi tersebut, maka realisasi pembangunan proyek SPBG juga tidak memerlukan biaya yang besar. Sebab, infrastrukturnya disatukan dengan SPBU yang sudah ada.
"Di samping itu, pemerintah dan pihak swasta nantinya tidak kesulitan memperoleh lahan dan menjalankan pembebasan lahan yang akan memakan waktu lama," tegas dia.
