PU ngotot pembangunan enam ruas tol Jakarta harus dilaksanakan

Diharapkan pro kontrak pembangunan tidak mengganggu iklim investasi yang tengah berkembang di Indonesia.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
PU ngotot pembangunan enam ruas tol Jakarta harus dilaksanakan
PU ngotot pembangunan enam ruas tol Jakarta harus dilaksanakan

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menegaskan pembangunan enam ruas di Jakarta, harus terlaksana. "Sebenarnya ini kan pembangunan ruas jalan tol sejak zaman gubernurnya Sutiyoso sekarang kan sudah zaman Jokowi, maka ruas jalan tol ini harus diteruskan," ujar di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Rabu (30/1).Pembangunan enam ruas tol tersebut akan menggandeng BUMN. Diharapkan pro kontrak pembangunan tidak mengganggu iklim investasi yang tengah berkembang di Indonesia. Djoko memastikan pembangunan enam ruas tol, tidak menggunakan APBN atau APBD. Akan tetapi terkait izin, pihaknya tetap menyerahkan kepada pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta. Seperti diketahui, pembangunan enam ruas jalan tol dibagi empat tahap yang rencananya selesai pada 2022. Tahap pertama, ruas Semanan-Sunter sepanjang 17,88 kilometer dengan nilai investasi Rp 9,76 triliun dan Koridor Sunter-Bekasi Raya sepanjang 11 kilometer senilai Rp 7,37 triliun.Tahap kedua, Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,38 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,65 kilometer senilai Rp 6,95 triliun.Tahap ketiga, koridor Ulujami-Tanah Abang dengan panjang 8,27 kilometer dan nilai investasi Rp 4,25 triliun. Serta terakhir yaitu, Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,56 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun.Jika sudah selesai, ke enam ruas tol itu akan menjadi satu dengan tol lingkar luar milik PT Jakarta Tollroad Development, tapi tarifnya akan terpisah dengan tol lingkar luar. Akan tetapi, sampai saat ini Gubernur Jakarta Joko Widodo belum memutuskan pemberian izin pembangunan ruas tol tersebut.

Rekomendasi