Bantu Jokowi, Menteri PU desak dana sodetan KBT cair tahun ini

Secara keseluruhan, kebutuhan dana penanganan banjir sebesar Rp 2 triliun dimasukkan dalam APBNP-2013.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Bantu Jokowi, Menteri PU desak dana sodetan KBT cair tahun ini
jokowi pantau tanggul jebol. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi mengutarakan bahwa proyek sodetan di Kanal Banjir Timur (KBT) merupakan langkah jangka pendek yang harus segera direalisasikan untuk mengatasi banjir Jakarta. Pemerintah pusat diminta membantu realisasinya.

Untuk itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mendesak agar dana pembuatan sodetan yang menghubungkan antara kali Ciliwung menuju KBT bisa segera cair.

"Kan dananya (keseluruhan) Rp 2 triliun, tahun ini dapat kami terima minimal untuk tender, entah Rp 400-600 miliar lah. Jadi berapa pun besarannya tidak masalah," ujarnya di Kementerian PU, Jakarta, Rabu (30/1).

Secara keseluruhan, kata dia, kebutuhan pendanaan selama dua tahun akan dimasukkan dalam postur anggaran perubahan tahun 2013.

Djoko meyakini, sodetan tersebut bisa menjadi solusi dari kondisi kali Ciliwung yang lebih rendah dari BKT. Dalam praktiknya nanti, dengan kondisi kali yang lebih rendah, maka akan digunakan pompa air berkapasitas besar untuk mendorong air masuk ke KBT.

Djoko menjelaskan, sodetan tersebut berbentuk seperti terowongan dengan panjang sekitar 2,1 kilometer. Sejauh ini, kata dia, tidak ada persoalan berarti dalam pembangunan sodetan ini. Termasuk dalam hal pembebasan lahan.

Sebab, kata dia, sodetan ini akan terletak di bawah tanah. Tapi, sosialisasi perlu dilakukan ke masyarakat sekitar.

"Untuk proyek ini tidak akan memerlukan pembebasan lahan karena pembangunannya dilakukan 4-5 meter di bawah tanah. Mudah-mudahan tidak mengganggu, namun nanti kita tetap akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat," jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pemerintah berencana menggandeng pihak kepolisian untuk memberi penjelasan ke masyarakat.

"Kita bekerja sama dengan Polri tentunya agar tidak mengganggu pemukiman warga sekitarnya," tutupnya.

Rekomendasi