PT Bank Ekonomi Tbk. telah mencatatkan laba tahun buku 2012 sebelum pajak sebesar Rp 246,9 miliar atau menurun 24 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai sebesar Rp 326,8 miliar.
Direktur Keuangan Bank Ekonomi Helena Suryawani mengatakan, penurunan laba ini disebabkan oleh beban operasional yang meningkat, terutama dari sisi pembayaran karyawan. "Untuk beban operasional meningkat menjadi sebesar Rp 194,1 miliar dan pendapatan operasional mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp 72,6 miliar," ujar Helena di kantor pusat Bank Ekonomi, Jakarta, Selasa (7/5).
Pendapatan bunga bersih yang berhasil dibukukan perseroan sebesar Rp 957,9 miliar atau naik 3 persen jika dibandingkan dengan tahun buku 2011. "Kalau peningkatan ini umumnya berasal dari pertumbuhan kredit yang diberikan sepanjang tahun berjalan khususnya kredit modal kerja," kata Helena.
Pendapatan non bunga bertumbuh menjadi sebesar Rp 157,5 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 38 persen jika dibandingkan tahun buku 2011. Sedangkan, rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) untuk tahun buku 2012 mengalami peningkatan 79,4 persen, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dari sisi total aset, perseroan berhasil meningkatkan aset sebesar 5 persen menjadi Rp 1,266 triliun. Total kredit yang diberikan kepada nasabah juga meningkat sebesar Rp 3,192 triliun, di mana bank terus melakukan ekspansi portofolio kreditnya.
Dengan kondisi seperti ini, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun 2012 kepada para pemegang saham. "Untuk dividen ditahan untuk mendukung ekspansi perseroan khususnya dari kredit," kata Direktur Jaringan dan Distribusi Bank Ekonomi Gimin Sunalim.
