BNI ingin terbitkan 200.000 kartu BNI-JCB

BNI mematok target nilai transaksi kartu kredit BNI tahun ini mencapai Rp 23 triliun atau tumbuh 31 persen.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
BNI ingin terbitkan 200.000 kartu BNI-JCB
Bank BNI. PulseFeed/Arie Basuki

PT Bank Negara Indonesia Tbk mematok target kartu kredit dengan menggunakan merek Japan Credit Bureau (JCB) International Co Ltd, yang merupakan penyedia jasa pembayaran kartu kredit berbasis di Jepang, mencapai 170.000 hingga 200.000 kartu selama 3 tahun mendatang.

Kerja sama dengan JCB menjadikan BNI memiliki kartu kredit dengan tiga merek, yaitu BNI-Visa, BNI-Master Card dan BNI-JCB. "Bukan co-branding, mereka pemegang merek. Seperti Visa dan Mastercard. Target 3 tahun ke depan 200.000 kartu baru," kata Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto di Gedung BNI 46, Selasa (7/5).

General Manager Bisnis Kartu BNI, Dodit Wiweko Probojakti menambahkan, BNI mematok target nilai transaksi kartu kredit BNI tahun ini mencapai Rp 23 triliun atau bertumbuh 31 persen dibanding tahun lalu.

"170.000 (kartu BNI-JCB) dalam 3 tahun ke depan, nilai transaksi Kartu Kredit BNI tahun ini Rp 23 triliun, sekitar 31 persen pertumbuhan dibanding tahun lalu. Dengan JCB ini, 3 tahun ke depan akan ada (penambahan nilai transaksi kartu kredit) Rp 3 triliun," jelas Dodit.

Penambahan prinsipal kartu kredit BNI ini, membuat perseroan harus menambah program di sekitar 49.000 EDC (electronic data capture) BNI yang tersebar di Tanah Air agar dapat digunakan untuk transaksi menggunakan prinsipal JCB.

Selain melakukan penambahan program pada EDC yang sudah beredar, perseroan juga akan menambah EDC sekitar 30.000 hingga 40.000 unit di tahun ini. "(Investasi) Kira-kira USD 400.000 sampai 700.000 untuk 80.000 (unit EDC)," papar Dodit.

Plafon kartu kredit BNI-JCB ini dimulai dari Rp 40 juta hingga maksimal dua kali pendapatan nasabah per bulan. Batas atas plafon tersebut sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

BNI
Rekomendasi