Menristek: Beli N 219, Lion Air hargai produk dalam negeri

Pemesanan pesawat buatan dalam negeri itu akan mendorong tumbuhnya industri pendukung bernilai tambah.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Menristek: Beli N 219, Lion Air hargai produk dalam negeri
Pesawat N-219. wordpress.com

Menteri Negara Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengapresiasi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang sudah berhasil menyelesaikan rancangan awal pengembangan N 219. Dia sekaligus memuji maskapai Lion Air karena sudah berkomitmen membeli 100 unit pesawat yang belum jadi tersebut.

Menurut Gusti Muhammad Hatta, pemesanan pesawat buatan dalam negeri itu akan mendorong tumbuhnya industri pendukung bernilai tambah di dalam negeri, mulai dari alumunium sampai komponen.

"Lion Air mau beli N-219, rencananya 100 unit, saya senang sekali, maka kita bisa meningkatkan komponen lokal kita," ujarnya di Auditorium LIPI, Jakarta, Jumat (23/8).

Saat ini, pesawat bersistem twin propeller itu belum memiliki cukup banyak kandungan bahan baku dari dalam negeri. Namun, menristek yakin, jika produk ini bisa diserap pasar, maka LAPAN dan PT DI akan bisa meningkatkan kandungan lokalnya.

"Pada tahap pertama, N 219 dirancang untuk landasan masih tanah kemudian daerah tinggi, landasan pendek, setahu saya dikembangkan Lapan dengan PT DI, pada tahap pertama kandungan lokal baru 30 persen. Nanti pada saat awal dipasarkan pasti bisa meningkat menjadi 60 persen," tandasnya.

Menristek memuji Lion karena punya pandangan berbeda dengan masyarakat yang selama ini dinilai kurang menghargai penemuan dan produk buatan dalam negeri. Tradisi ini jika dipertahankan bakal merugikan pengembangan produk bernilai tambah di masa depan.

"Ada contoh penelitian IPB tentang mangga. Waktu namanya mangga Indonesia enggak laku, tapi begitu disebut mangga California luar biasa lakunya," keluhnya.

Saat ini, N 219 sudah memiliki beberapa pemesan. Misalnya Nusantara Buana Airlines yang memesan 30 unit, Merpati Nusantara Airline membeli 20 unit, serta Lion Air yang berminat memborong 100 unit. Ditargetkan sertifikasi dari negara selesai 2015 sehingga produksi masal bisa dilakukan mulai 2016. Harga jual per unit N 219 diperkirakan tak sampai USD 5 juta.

Rekomendasi