Kerja sama dengan Iran, Indonesia kalah dari Malaysia

Banyak sekali produk-produk asal Indonesia di Iran.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Kerja sama dengan Iran, Indonesia kalah dari Malaysia
fadel muhammad. ©2012 Merdeka.com

Indonesia termasuk terlambat menggarap potensi kerja sama langsung dengan Iran. Ketua Kamar Dagang dan Industri Komite Iran Fadel Muhammad mengatakan, kerja sama Indonesia dengan Iran selama ini lebih banyak bergantung pada peran negara lain sebagai pihak ketiga.

"Selama ini kita terhambat karena harus melalui negara-negara lain. Berbeda dengan Malaysia yang lebih berani melakukan beberapa terobosan untuk membangun jaringan bisnis dengan Iran," papar Fadel di Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (11/2).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar menambahkan, banyak sekali produk-produk asal Indonesia di Iran. Sayangnya, konsumen di Iran kesulitan mendapatkan produk-produk dari Indonesia.

"Banyak keluhan dari Iran, sedikit sekali pengusaha kita yang membuka cabang dan hubungan dagang langsung dengan Iran, padahal banyak produk dan migas kita yang dibutuhkan di Iran. Memang masih berat sebelah," ungkap Mahendra.

Dibukanya peluang kerja sama langsung antara 50 pengusaha Iran dengan pengusaha Indonesia, diharapkan mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pengusaha Indonesia.

Ketua Umum Kadin Suryo B. Sulisto mengakui, Kadin agresif menggarap peluang kerja sama dengan Iran. Terlebih lantaran Indonesia sudah jauh tertinggal memanfaatkan peluang bisnis dengan Iran.

"Kadin secara agresif mengambil inisiatif-inisiatif. Indonesia seringkali tidak memanfaatkan peluang-peluang ekonomi. Lebih banyak negara lain yang memanfaatkan. Banyak peluang ini dimanfaatkan oleh negara ketiga," kata suryo.

Dia mengklaim, pelaku usaha asal Iran sangat antusias dengan dibukanya peluang kerja sama ini. "Respons sangat besar dari pengusaha kita dan Iran," tutup Suryo.

Rekomendasi