Menteri Perindustrian MS Hidayat siang tadi, Selasa (4/3) kedatangan tamu Ketua Apindo Sofjan Wanandi. Dalam perbincangannya, Apindo masih keberatan dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) industri mulai diterapkan Mei 2014.
Hidayat tidak menampik bahwa kenaikan listrik industri memang cukup memberatkan. Kebijakan ini akan membuat biaya produksi industri membengkak 50 persen. Ini dipastikan akan mengganggu cash flow perusahaan.
"Kita menghitung dampak dari kenaikan TDL. Saya sedang hitung karena kenaikan TDL mulai Mei sampai Desember cicilannya menjadi besar, ada kenaikan komponen biaya produksi itu lebih dari 50 persen. Membuat industri besar di i4 merasa cash flow mereka banyak terganggu. Sedangkan industri i3 mempertanyakan status nonpublik atau publik yang tidak lazim," ucap Hidayat di kantornya.
Hidayat berjanji mencarikan jalan keluar untuk menjawab kegelisahan dan keberatan pelaku industri. Dalam bulan ini, Hidayat akan berbicara langsung kepada Kementerian terkait serta DPR mengenai pelonggaran kenaikan TDL industri.
"Mudah mudahan ada solusi dalam waktu dekat. Bisa saja memperpanjang waktu cicilan. Ini menyangkut kesepakatan dengan DPR yang tidak bisa janjikan segera. Melihat concern mereka. Ratusan industri besar dan go public. Cash flow mereka terganggu mereka bisa lay off (PHK)," tutupnya.
