Minyak Sawit masih untungkan industri logistik nasional

Pasar bebas ASEAN akan mengubah struktur industri transportasi dan logistik di negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Minyak Sawit masih untungkan industri logistik nasional
cpo. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Lembaga riset internasional, Frost & Sullivan mencatat, komoditas minyak sawit mentah (CPO) masih menjadi pasar yang menguntungkan untuk industri logistik di Indonesia. Jumlah yang diinvestasikan hingga 2014 diperkirakan Rp 2,4 miliar atau naik 19 persen dari kapasitas nasional.

Vice President Global, Transportation & Logistic Practice, Frost & Sullivan, Gopal R mengatakan, sektor pertambangan, batu bara dan minyak mentah kemungkinan akan meningkat pada tahun ini.

"Dengan meningkatnya minyak sawit mentah maka transportasi dan industri logistik akan terus mencatat nilai pertumbuhan yang kuat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya saat acara 'prediksi industri logistik Indonesia 2014' di Intercontinental Mid Plaza, Jakarta, Selasa (18/3).

Di samping itu, untuk mengurangi investasi pada infrastruktur serta untuk memfokuskan sumber daya pada penelitian dan pengembangan serta manufaktur, ada kecenderungan pertumbuhan fungsi perusahaan-perusahaan outsourcing non-inti dalam kegiatan logistik sebagai pihak ketiga.

Terlebih, dengan penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN kemungkinan akan mengubah struktur yang ada dari industri transportasi dan logistik di negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. "Meningkatnya permintaan domestik, khususnya investasi infrastruktur di ASEAN akan mengubah sifat perdagangan," jelas dia.

Rekomendasi