Sebagian besar tenaga kerja Indonesia masuk dalam kategori tak berketerampilan. Hal ini dinilai dapat menjadi ancaman bagi Indonesia ketika berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.Untuk mengantisipasi hal tersebut, anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rieke Dyah Pitaloka menilai sistem pendidikan di Indonesia harus dibenahi terutama untuk sektor tenaga kerja. Menurut dia, hal itu dapat dijalankan dengan merevitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK)."Keberadaan BLK sampai tingkat kecamatan, menurut saya, merupakan hal yang sudah tidak bisa ditunda lagi karena angka putus sekolah juga tinggi," ujar Rieke saat berbincang dengan PulseFeed di Jakarta, Minggu (6/4).Rieke menerangkan, perubahan pada sistem pendidikan menjadi hal mutlak yang harus dijalankan. Menurut dia, hanya melalui cara ini kualitas tenaga kerja Indonesia dapat didongkrak. "Kita ubah arah pendidikan di dalamnya," kata dia.Lebih lanjut, Rieke meyakini Indonesia memiliki sekitar 250 BLK. Sayangnya, BLK ini sebagian besar tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendidik tenaga kerja Indonesia."Saya berani katakan, 60 persen BLK yang ada sudah rusak dan tidak tepat sasaran. Oleh sebab itu ke depan harus segera dipetakan," pungkas dia.
Hadapi pasar bebas ASEAN, balai latihan kerja perlu diperkuat
"Saya berani katakan, 60 persen BLK yang ada sudah rusak dan tidak tepat sasaran," ujar Rieke.
Advertisement
Rekomendasi
