Rencana akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri disebut mendesak harus tetap dilakukan. Pasalnya, BTN saat ini menjadi bank paling tidak efisien dibandingkan bank BUMN lainnya seperti Mandiri, BNI maupun BRI.Pengamat perbankan, Edwin Sinaga, mengatakan BOPO BTN yang mencapai 82,19 persen yang menandakan bank pelat merah tersebut tidak efisien. Angka BOPO BTN memang jauh lebih tinggi dibandingkan Bank Mandiri 67,66 persen, BNI 67,1 persen serta BRI 60,58 persen.BOPO adalah rasio efisiensi bank yang mengukur beban operasional terhadap pendapatan operasional. Semakin tinggi nilai BOPO maka semakin tidak efisien operasi bank."Data 2013 perbankan memang (BTN) kurang efisien. Ini terjadi karena banyak macam. Misalnya ruangan kantor seharusnya muat 10 orang sekarang diisi 15 orang. Kantornya segitu gitu aja. Jadi tidak efisien kerjanya," ucap Edwin ketika dihubungi di Jakarta, Senin (28/4).Menurut Edwin, agar BOPO BTN turun maka diperlukan tambahan modal usaha. Tambahan modal ini bisa datang dari pemerintah ataupun melalui pinjaman. Namun, cara yang paling baik adalah dengan diakuisisi oleh perbankan BUMN lain seperti Bank Mandiri."Misalnya menambah bisnis harus nambah modal itu pemegang saham atau pemerintah berhitung tambahan modal atau dari BUMN lain. Sebenarnya akuisisi BTN lebih baik tanpa harus meminjam dana langsung," tegasnya.
Operasional BTN paling tak efisien, akuisisi jadi solusi
BOPO BTN saat ini mencapai 82,19 persen paling tinggi diantara bank BUMN lain.
Advertisement
Rekomendasi
