Gagal caplok BTN, Bank Mandiri tetap incar akuisisi bank lain

Bank Mandiri beralasan akuisisi bertujuan memperkuat permodalan menghadapi pasar bebas ASEAN 2020.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Gagal caplok BTN, Bank Mandiri tetap incar akuisisi bank lain
Bank Mandiri. ©Istimewa

Rencana Bank Mandiri mengakuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) ditunda sampai batas waktu tak ditentukan. Hanya saja, karena penguatan permodalan sangat dibutuhkan menghadapi integrasi perbankan ASEAN 2020, Bank Mandiri tidak menutup ambisi mencaplok institusi keuangan lainnya."Mandiri selalu tertarik melihat potensi pertumbuhan yang non-organik. Karena kita yakin punya waktu 5 tahun lagi untuk hadapi 2020," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta, Senin (12/5).Budi menambahkan, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan di Tanah Air, tak ada yang bisa melampaui pesaing di Malaysia dan Singapura. Ketika sektor ini diliberalisasi, bank BUMN itu khawatir pihaknya akan terlibas."Gap kita dengan bank-bank Singapura, Malaysia terlalu besar kalau kita lakukan secara organik," kata Budi.Selain mencaplok lembaga sejenis, Mandiri menyiapkan strategi tambahan menghadapi liberalisasi perbankan 2020. Yakni dengan mendirikan Mandiri Institute dan Mandiri University.Keduanya untuk memperkuat aspek sumber daya manusia Mandiri. Saat ini, baru Mandiri Institute yang sudah diresmikan, dipimpin mantan Gubernur BI Darmin Nasution.Mandiri Institute akan fokus dalam mengkaji tiga tema, yaitu keuangan inklusif, pendalaman sektor keuangan, dan kewirausahaan. Laporan dari lembaga ini akan jadi acuan Bank Mandiri dalam menjalankan ekspansi bisnis.Budi menambahkan, universitas yang akan menyusul didirikan dalam waktu dekat dikhususkan buat pegawai Bank Mandiri. Peserta pendidikan di sana tidak akan diikat harus berada di bank pelat murah itu."Kita persiapkan ini selama dia masuk kerja di Mandiri umur 22-23 sampai pensiun. Itu di mana dia bisa mengembangkan kemampuannya sebagai bankir semaksimal mungkin," ungkapnya.

Rekomendasi