Jero Wacik ingatkan Dahlan, jangan kebelet lebur BUMN energi

Kebijakan di akhir jabatan, kata Jero, bisa memunculkan rasa curiga.

Alwan Ridha Ramdani
Oleh Alwan Ridha Ramdani - Reporter
Jero Wacik ingatkan Dahlan, jangan kebelet lebur BUMN energi
Jerowacik dan Dahlan Iskan klarifikasi audit BPK. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik meminta koleganya di kabinet yakni Menteri BUMN Dahlan Iskan menahan diri dan tidak mengeluarkan kebijakan penyatuan beberapa Badan Usaha Milik Negara yang mengurusi energi.

"Nantilah, kayak kebelet-kebelet apalah," kata dia kantornya, Rabu (15/4).

Dia menegaskan, Presiden sudah menginstruksikan agar para menteri dan pejabat negara tidak mengeluarkan kebijakan yang strategis menjelang berakhirnya pemerintahan."Ya, apakah untung apa kagak, nantilah ngitungnya. Biar ngitungnya lebih tenang," katanya.

Kebijakan di akhir jabatan, kata Jero, bisa memunculkan rasa curiga. Padahal, tidak ada kepentingan politik apapun. Sehingga perlu dihindari dan semua harus menahan diri.

"Kalau pemerintahan baru tidak dicurigai, kalau sekarang, jangan-jangan," ujarnya.

Jero Wacik mengakui, langkah Dahlan ingin menyatukan beberapa perusahaan BUMN semisal PGN dan Pertagas serta BTN dan Bank Mandiri, memunculkan keresahan.

"Kalau bisa janganlah. Mau merger atau tidak yang penting harus baik bagi rakyat," katanya.

Dia sering berdiskusi dengan Dahlan terkait penyatuan BUMN energi. Tetapi, jika dilaksanakan saat ini diakui tidak tepat.

"Tidak ada unsur politik nanti dikira ada unsur politik. Kita ikhlas untuk mengurusi rakyat, jangan sekarang lah, biar tenang rakyatnya. Nanti heboh," ujarnya.

Sekedar menyegarkan ingatan, pada 7 Mei, beredar kabar terdapat surat keputusan Menteri BUMN yang menyebut pemerintah selaku pemegang saham Pertamina akan mengintegrasikan Pertagas dengan PGN. Pertamina diminta menyerahkan seluruh sahamnya di Pertagas ke PGN. Namun isu akuisisi ini membuat panas hubungan PGN dan Pertagas.

Rekomendasi