PLN akan kurangi belanja luar negeri sampai Rp 13,3 triliun.

"Kita berusaha supaya badan usaha yang bisa melakukan produksi spare part bisa saling bekerja sama," kata Nur Pamudji.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
PLN akan kurangi belanja luar negeri sampai Rp 13,3 triliun.
PLN. PulseFeed/Arie Basuki

PT PLN bersama PT Pindad melakukan penandatanganan nota kesepahaman pemanfaatan jasa rehabilitasi, rekondisi, pemeliharaan peralatan instalasi ketenagalistrikan dan penyediaan peralatan teknis. Ini merupakan sinergi antar BUMN yang selalu dianjurkan oleh pemerintah.Direktur Utama PLN Nur Pamudji menegaskan perseroan bisa bekerja sama dengan badan usaha milik negara maupun dengan lembaga lain, atau perusahaan lain milik swasta yang memiliki kemampuan dalam reverse engineering, dengan syarat memiliki workshop sendiri."Kita berusaha supaya badan usaha yang bisa melakukan produksi spare part bisa saling bekerja sama, bisa saling mengisi sehingga sebanyak mungkin spare part ini diproduksi oleh perusahaan di dalam negeri," katanya dalam rilis yang diterima PulseFeed, Kamis (26/60.Dia mengatakan dengan sinergi antar BUMN, biaya pemeliharaan material PLN sebesar  Rp13,3 triliun per tahun yang bisa dibelanjakan di luar negeri bisa tapi dibelanjakan di dalam negeri. "Ini secara bertahap angkanya harus naik," katanya.Direktur Sistem Senjata PT Pindad Ade Bagdja mengatakan kerjasama ini mendorong ketahanan energi sebagai upaya menciptakan kemandirian nasional. "Beberapa produk Pindad, seperti generator listrik kurang dari 1 Megawatt, telah digunakan oleh PLN. Ke depan kami siap memenuhi kebutuhan PLN yang terus berkembang," katanya. Kerja sama serupa antara PLN dengan Pindad sudah dimulai sejak tahun 2012 dengan wilayah kerja meliputi daerah operasi PLN di bagian timur Indonesia. Penandatanganan kerja sama kali ini merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya dengan penambahan cakupan wilayah kerja menjadi seluruh unit PT PLN ( Persero).

Rekomendasi