Dirjen Pajak: Berapapun target pajak tak akan tercapai

Dirjen Pajak beralasan, minimnya penerimaan pajak karena kurangnya pegawai di institusi pengumpul pajak tersebut.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Dirjen Pajak: Berapapun target pajak tak akan tercapai
Dirjen Pajak di KPK. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan Indonesia tidak akan bisa mencapai target pajak, berapapun pertumbuhannya. Menurut Ditjen Pajak, permasalahan selalu melesetnya pencapaian penerimaan pajak terletak pada kurangnya pegawai.

"Ini membuat target penerimaan kita tidak bisa tembus padahal potensinya besar sekali," ujar Dirjen Pajak, Fuad Rahmany, saat rapat bersama Banggar DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/6).

Fuad menerangkan, permasalahan minimnya pegawai pajak sudah terjadi sejak 10 tahun lalu. Tahun ini pihaknya meminta tambahan 20.000 pegawai baru, namun realisasinya di bawah permintaan.

Hal ini, kata dia, sangat disayangkan karena potensi pajak khususnya sektor informal, di mana kuantitasnya cukup besar di Indonesia, masih belum tergali maksimal.

"Pertumbuhan penerimaan perpajakan APBN-P 2014 sebesar 15,7 persen melebihi rata-rata pertumbuhan penerimaan pajak periode 2009-2013," jelasnya.

Selain pegawai, lanjutnya, tantangan lain penerimaan pajak tahun depan adalah penurunan kegiatan ekspor akibat ketidakpastian ekonomi global, bergabungnya Indonesia dalam pasar bebas ASEAN sehingga rata-rata penerimaan dari tarif bea masuk turun, masih fluktuasinya harga CPO, serta menurunnya volume produksi tembakau seiring ketentuan bidang kesehatan dalam Permenkes no.28 tahun 2013.

"Potensi pajak kita besar sebetulnya namun tidak tergali secara maksimal karena infrastruktur atau mesinnya tidak bekerja optimal," tuturnya.

Rekomendasi