Wamen ESDM: Bu Karen itu siapa?

Pengunduran diri Karen, akan dibahas melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Wamen ESDM: Bu Karen itu siapa?
Susilo Siswoutomo. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswo Utomo awalnya ogah angkat bicara soal penguduran diri Karen Agustiawan dari jabatannya yaitu Direktur Utama PT Pertamina. Ketika ditanya, Susilo tidak mau menjawab dan berkelakar tidak mengenal sosok Karen. "Karen itu siapa?, yang kasih tahu siapa? Oh Pak Dahlan," kata Susilo ketika ditemui di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Senin (18/8).Tetapi, saat didesak terus, akhirnya Susilo mengaku sudah mengetahui perihal pengunduran diri direktur yang sudah 6,5 tahun di perusahaan minyak tersebut. Menurut Susilo, Karen sudah lama mengajukan pengunduran diri dengan alasan ingin menjalani karir baru.

"Alasannya sudah cukup, kemudian sudah masanya. Beliau juga saya yakin bahwa pengen karir baru. Itu kan hak beliau. Aturannya direksi Pertamina boleh mengundurkan diri," tegasnya.Dia mengatakan, pengunduran diri Karen, akan dibahas melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). "Masih ada waktu untuk pemerintah sebagai pemegang saham untuk membahas ini dalam RUPS. Kita nunggu RUPS," tambahnya.Susilo yakin, pengunduran diri Karen, tidak akan mengganggu operasional perseroan. Para direksi dan para komisaris, masih akan terus bekerja meski Karen sudah tidak menjabat. "Kerjaan Pertamina jalan terus. Masih ada direksi di dukung dewan komisaris. Kerja sama dengan direksi. RUPS kita belum rapat kapan," katanya.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan memutuskan menyetujui pengunduran diri Direktur Utama PT Pertamina Galaila Karen Agustiawan. Secara resmi, Karen yang lebih dari dua periode duduk di kursi nomor satu perusahaan minyak pelat merah ini, resmi berhenti 1 Oktober 2014.Dahlan mengaku tidak bisa memperpanjang direktur yang dinilai moncer tersebut. Karena, Karen ingin melanjutkan karirnya di dunia pendidikan. "Dan beliau sudah diterima mengajar di Harvard, Boston. Beliau disurati terus Harvard kapan bisa melaksanakan mengajarnya itu," ujarnya di ruang wartawan, Jakarta, Senin (18/8).

Rekomendasi