Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan bahwa Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan sempat curhat pada dirinya. Bos BUMN migas itu mengatakan bahwa anak-anaknya mengeluhkan dirinya tidak punya banyak waktu untuk berkumpul bersama keluarga akibat pekerjaan.Alasan inilah yang melatarbelakangi keputusan pengunduran diri Karen. "Dia mulai menyadari ketika keluarganya terutama anak-anaknya mulai mengeluh. Karen kehabisan waktu untuk mereka," ujar Hidayat di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (19/8)."Itu yang Karen pernah keluhkan ke saya," tambahnya.Hidayat pun menggambarkan Karen merupakan sosok profesional sejati. "Setelah 6,5 tahun memimpin Pertamina dengan sukses luar biasa. Karen memang jago, beda sekali dengan Lino Dirut Pelindo II yang sok jago," tuturnya.Dia meminta publik bisa menerima keputusan Karen sebagai seorang Ibu. "Itu haknya. Kita hormati Karen sebagai seorang ibu buat keluarganya," ucapnya.Hidayat menuturkan Karen sudah lama mengungkapkan dirinya berkeinginan melepas jabatannya setelah berhasil memimpin Pertamina.
Seperti diketahui, RJ Lino terus 'membangkang' pada imbauan pemerintah untuk menerapkan transaksi Rupiah di pelabuhan. Dia mengaku tak takut dengan ancaman pidana yang sudah diumumkan Bank Indonesia (BI) maupun Menko Perekonomian Chairul Tanjung."Saya punya alasan kok, makanya saya kemarin kirim surat. Kami punya dasar hukum (untuk pakai valuta asing)," ujarnya.
