Nasib Newmont di tangan Freeport

Sebab, pengolahan konsentrat dengan menggunakan smelter milik PT Freeport Indonesia.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Nasib Newmont di tangan Freeport
Newmont. ©AFP PHOTO

Hubungan pemerintah Indonesia dengan PT Newmont Nusa Tenggara (NTT) kembali membaik pasca dicabutnya gugatan terhadap UU Minerba di arbitrase internasional. Pemerintah dan Newmont menyepakati beberapa poin meski belum ada persetujuan dan rekomendasi bagi Newmont untuk mengekspor konsentrat.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Sukhyar mengatakan, pihaknya menerima komitmen Newmont. Salah satunya soal pengolahan konsentrat dengan menggunakan smelter milik PT Freeport Indonesia. Menurut Sukhyar, nasib Newmont sanggat bergantung dengan Freeport.

"Pemurnian sudah lama mereka mau suplai ke smelter Freeport. Sekitar 600.000 ton konsentrat per tahun. Jadi mereka pasok ke smelter Freeport. Dan antara Freeport dan Newmont ada MoU," ucap Sukhyar di Kantornya, Tebet, Jakarta, Selasa (2/9).

Namun Newmont tidak bisa selamanya bergantung pada Freeport. Sukhyar mengaku pemerintah bakal terus menagih komitmen Newmont membangun smelter.

"Ada sisa space smelter Freeport masih belum optimal diisi oleh Newmont. Mereka siap membayar (uang jaminan) USD 25 juta. Bisa juga penuh mereka cairkan tergantung progres smelter Freeport. Newmont sangat diikat Freeport. Freeport buruk kena Newmont," tegasnya.

Karena menggunakan smelter Freeport, otomatis besaran bea keluar Newmont mengikuti yang dibayar Freeport. "Bea keluar oke, kalau sekarang Freeport 7,5 persen bayar dia (Newmont) bayar 7,5 persen. kalau 5 persen kena 5 persen. Kan pakai smelter Freeport," tutupnya.

Rekomendasi