Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI sepakat mematok target dividen BUMN sebesar Rp 43,73 triliun dalam Rancangan APBN 2015. Ini naik Rp 2 triliun dari kesepakatan sebelumnya di tingkat panitia kerja (Panja) sebesar Rp 41,73 triliun.
"Kita sepakati target dividen BUMN pada RAPBN 2015 menjadi Rp 43,73 triliun," ucap Wakil Ketua Banggar Tamzil Linrung di pengujung rapat kerja dengan Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (8/9).
Sekretaris Kementerian BUMN Imam A. Putro mengatakan, pihaknya bakal meningkatkan rasio antara pembayaran dividen dengan perolehan laba atau payout ratio (POR) di sepuluh perusahaan pelat merah. Dengan begitu, diharapkan target dividen BUMN tahun depan bisa tercapai.
"Kami sudah menghitung, ada beberapa perubahan POR pada BUMN lain sehingga target penerimaan dividen BUMN pada 2015 menjadi Rp 43,73 triliun dari yang diusulkan Rp 41,73 triliun atau naik Rp 2 triliun," ucap Imam.
Adapun sepuluh BUMN yang bakal mengalami peningkatan POR adalah:
1. PT Semen Indonesia Tbk dari 45 persen menjadi 70 persen
2. PT Pelindo II dari 35 persen menjadi 40 persen
3. PT Pelindo III dari 35 persen menjadi 40 persen
4. PT Hutama Karya dari awalnya tak dipungut dividen menjadi 30 persen
5. PT Bank Mandiri Tbk dari 27,5 persen menjadi 30 persen
6. PT Bank Negara Indonesia Tbk dari 25 persen menjadi 30 persen
7. PT Bank Tabungan Negara Tbk dari 20 persen menjadi 30 persen
8. PT Perkebunan Nusantara III dari 30 persen menjadi 35 persen
9. PT Perkebunan Nusantara IV dari 31 persen menjadi 35 persen
10. PT Jasa Raharja dari 55 persen menjadi 60 persen.
