Sofjan: Harga BBM langsung jadi Rp 9.500, ribut cuma sekali

"Kalau kita naikkan Rp 3.000 inflasinya 3 persen lah," katanya.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Sofjan: Harga BBM langsung jadi Rp 9.500, ribut cuma sekali
kapolri sutarman dan ketua apindo sofjan wanandi. ©2014 PulseFeed/arie basuki

Ketua Apindo, Sofjan Wanandi terus mendesak agar pemerintah menaikkan harga BBM subsidi. Bahkan Sofjan meminta kenaikan harga yang drastis mencapai Rp 3.000 per liter. Pemerintah diminta menaikkan sekaligus tanpa bertahap.

Menurutnya, kenaikan harus langsung dan jika ada unjuk rasa, tidak ada masalah. "Sekaligus saja kenaikannya, soal ribut terus ya sudah sekali saja nanti ributnya. Demo saja sekali, demo selesai," ucap Sofjan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (10/9).

Kenaikan secara langsung dinilai juga tidak akan berdampak panjang pada ekonomi bangsa. Inflasi yang timbul tidak akan bertahan lama dan akan kembali normal. Jika kenaikan bertahap maka akan membuat inflasi berkepanjangan. "Sekali itu memang kita terjadi inflasi sudah itu normal lagi 3-6 bulan setelahnya. Kalau kita naikkan Rp 3.000 inflasinya 3 persen lah," katanya.

Sofjan memberi catatan kepada pemerintah jika ingin menaikkan harga Bbm subsidi maka konsep konversi BBM ke gas harus terus dijalankan. Terutama untuk PLN yang saat ini masih menggunakan BBM. "Bisa kombinasikan pakai gas sebagian sebagian pake biodiesel itu lebih murah dan subsidi bisa jauh lebih kita kurangi," tegasnya.

Sofjan menyebut jika pemerintah menaikkan harga BBM subsidi Rp 3.000 per liter sekaligus maka Indonesia akan aman untuk 5 tahun mendatang. Pemerintah tidak pusing lagi menghitung anggaran subsidi yang besarnya sekarang mencapai Rp 300 triliun.

"Kalau bertahap-tahap seperti listrik naik 3 bulan sekali pusing kita ngitungnya bagaimana kita bisa bersaing dengan negara negara lain. Sedangkan negara negara Korea, Thailand semua itu listriknya lebih murah daripada kita. Lebih baik sekali naik sudah itu gampang kita ngitungnya. Ikat pinggang sekali dalam 2-3 bulan selanjutnya normal lagi," katanya.

Rekomendasi