Pekan ini, Newmont mulai ekspor konsentrat

Tingkat kegiatan penambangan dan pengolahan yang telah direncanakan diperkirakan akan dicapai pada Oktober.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Pekan ini, Newmont mulai ekspor konsentrat
Newmont. ©AFP PHOTO

PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) menegaskan, hari ini (16/9), telah mendapatkan izin ekspor dan memperkirakan pengapalan konsentrat tembaga akan dimulai kembali minggu ini. Kegiatan operasi kembali (ramp-up) telah berlangsung sejak awal September, setelah nota kesepahaman dengan Pemerintah Indonesia ditandatangani. Tingkat kegiatan penambangan dan pengolahan yang telah direncanakan diperkirakan akan dicapai pada Oktober.

Direkrut PTNTT, Martiono Hadianto menegaskan pemanggilan seluruh karyawan dan kontraktor yang diperlukan untuk menjalankan dan memelihara kegiatan operasi secara normal sedang dilakukan secara bertahap. Selain itu, pekerja diharuskan mengikuti kembali pelatihan penyegaran keselamatan kerja.

Dia menegaskan, proses penempatan kembali sesuai peran dan tanggung jawab pekerjaan akan berlangsung selama 6 sampai delapan 8 ke depan. "Bagi lebih dari 8.000 karyawan dan kontraktor di Batu Hijau dan para anggota keluarganya, dimulainya kembali kegiatan operasi tambang Batu Hijau ini merupakan titik tonggak penting dalam memulihkan kembali mata pencahariannya dan mendukung roda ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat," katanya dalam siaran pers yang diterima PulseFeed, Senin (22/9).Dengan telah ditandatanganinya nota kesepahaman dan diterimanya izin ekspor, lanjut dia, PTNNT bersedia untuk membayar bea keluar dengan ketentuan tarif yang telah ditetapkan dalam peraturan baru yang dikeluarkan pada Juli 2014.Selain itu, perseroan menyediakan jaminan keseriusan sebesar USS 25 juta sebagai bentuk kesungguhan dalam mendukung pembangunan smelter, membayar royalti sebesar 4 persen untuk tembaga, 3,75 persen untuk emas, dan 3,25 persen untuk perak, serta membayar iuran tetap per hektar.PTNTT sempat mengadu pelarangan ekspor ke arbitrase Internasional. Tetapi gugatan tersebut dicabut setelah pemerintah menekan perusahaan tambang tersebut dan mengancam tidak akan memberikan izin ekspor.

Rekomendasi