Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) tak lama lagi bakal dilantik menjadi pemimpin negeri ini untuk periode lima tahun ke depan. Jokowi-JK tidak bisa berlarut-larut dalam euforia kemenangan Pemilu. Sebab, pelbagai tantangan dan pekerjaan rumah harus segera diselesaikan.
Di sektor industri, salah satu PR yang harus dibenahi Jokowi-JK adalah keberadaan pabrik gula di dalam negeri. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan, sejumlah pabrik gula yang ada di tanah air harus segera diremajakan.
"KPI (Key Performance Indeks) kami mengenai revitalisasi dan penambahan pabrik gula," ungkap Hidayat di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (14/10).
Hidayat memberi bocoran fokus yang harus jadi perhatian Jokowi dalam proses revitalisasi pabrik gula. Selama ini dia kerap terkendala permasalahan lahan saat akan merevitalisasi pabrik gula.
"Itu terhambatnya karena lahan. Kita belum bisa mendapatkan lahan meskipun sudah beberapa kali berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan. Lahan yang definitif belum bisa dapat. Padahal investornya semuanya sudah bersedia," ucapnya.
Lahan yang dibutuhkan pun terbilang cukup besar. Dibutuhkan setidaknya 15.000-20.000 hektar (ha) untuk dijadikan lahan tebu dan pembuatan pabrik.
"Investornya semuanya sudah dapat. Namun lahannya yang belum karena semuanya itu dibangun di luar Jawa," paparnya.
Sejauh ini, tambah Hidayat, telah ada 2 investor yang bersedia untuk membangun pabrik gula. Namun tampaknya ini akan menjadi tugas pemerintahan baru untuk menyelesaikan proses investasinya.
"Ada kira-kira 1-2 investor yang fix. Semuanya investor lokal," ungkapnya.
