Kementerian Perindustrian memberikan apresiasinya terhadap sejumlah lembaga maupun pengusaha yang turut menggenjot penggunaan produk dalam negeri. Salah satunya PT Aditec Cakrawiyasa yang secara rutin memproduksi kompor gas hemat energi."Apresiasi ini diharapkan mampu meningkatkan dunia usaha dalam tingkat komponen dalam negeri (TKDN) agar dapat memperkuat basis produk nasional," ungkap Menteri Perindustrian MS Hidayat, di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu (15/10).Hidayat mendukung pemanfaatan sumber daya di dalam negeri untuk lebih dioptimalkan. "Agar dapat meningkatkan daya saing bagi produk nasional di pasar asing," ucapnya.Direktur PT Aditec Cakrawiyasa, Rawono Sosrodimoyo mengungkapkan filosofi diproduksinya produk kompor yakni menyangkut permasalahan energi. "Concernnya bagaimana menghemat energi yang lebih efisien," ucapnya.Rawono menambahkan, tak hanya di dalam negeri, produk kompor hemat energinya pun juga dilempar di pasar Internasional."Kita sudah ekspor ke Srilanka, Bangladesh dan Filipina. Satu bulan kita ekspor sekitar 20.000 unit," ucapnya.Dalam satu tahun, lanjut Rawono, pihaknya mampu mengantongi sebesar Rp 700 miliar dari hasil penjualan ekspornya tersebut. "Respon bagus. Mereka suka karena kompor buatan Indonesia ini dinilai cukup hemat," tuturnya.Rawono mengatakan, produk kompor hemat energinya tersebut terdiri dari 60 persen komponen lokal sementara 40 persen lainnya berasal dari impor.Sementata itu, produksi tiap harinya, lanjut Rawono, bisa mencapai sekitar 20.000 unit. Rawono berharap Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dapat meningkatkan infrastruktur guna memperlancar arus distribusi para pengusaha seperti dirinya."Infrastruktur diperbaiki. Karena bisa menghambat arus distribusi," tuturnya.
Kompor hemat energi Indonesia jadi primadona dunia
Menperin mendorong produk Indonesia terus meningkat untuk mendorong daya saing.
Advertisement
Rekomendasi
