Setelah Dahlan, giliran MS Hidayat pamer sukses gawangi industri

Mulai dari sukses mendorong pertumbuhan sektor industri sampai soal

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Setelah Dahlan, giliran MS Hidayat pamer sukses gawangi industri
SBY dengar laporan soal Inalum. ©2013 Merdeka.com

Jelang berakhirnya masa jabatan, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II satu per satu mulai pamer keberhasilannya. Setelah sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo dan Menteri BUMN Dahlan Iskan, kini giliran Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Di akhir masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Kementerian Perindustrian, MS Hidayat mengklaim dirinya sukses mendorong geliat pertumbuhan industri di dalam negeri. Khususnya industri non-migas mulai 2009.

"Industri pengolahan non-migas kembali meningkat setelah mengalami tekanan pada 2005-2009, dan pada 2011 mencapai 6,74 persen," ungkap Hidayat saat acara perpisahan di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).

Dia menyebut pertumbuhan sektor itu lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional yang hanya sebesar 6,49 persen. Kinerja tersebut, kata Hidayat, mampu dipertahankan hingga saat ini. Tercatat pada semester I 2014 pertumbuhan industri pengolahan non-migas mencapai 5,49 persen. Jumlah tersebut melampaui PDB yang sebesar 5,17 persen.

Tak hanya itu, Hidayat juga pamer keberhasilan menjaring investasi untuk sektor industri. Dari data yang dimilikinya, mulai 2009 hingga 2013 investasi PMDN sektor industri meningkat rata-rata 27,39 persen per tahun dan investasi PMA sektor industri meningkat rata-rata 42,65 persen per tahun.

Ini berkontribusi pada penyerapan tingkat tenaga kerja di dalam negeri dari 12,8 juta orang di 2009 menjadi 14,8 juta orang di 2013.

Begitupun pada pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM) dengan memberikan pelatihan kepada 8335 calon wirausaha baru yang tersebar di 24 provinsi, sertifikasi 38 produk OVOP (One Village One Product) dari 25 kabupaten atau Kota, serta restrukturisasi mesin atau peralatan kepada 322 IKM dengan nilai bantuan Rp 37 miliar dan meningkatkan nilai investasi Rp 111 miliar, serta produk IKM yang mendapatkan pelayanan HKI sebanyak 323 merek, 18 hak cipta, 6 paten, dan 3 desain industri.

"Kinerja ini tentu masih dapat ditingkatkan lagi pada tahun-tahun mendatang," tandas pria yang digadang-gadang bakal menggeser posisi Aburizal Bakrie sebagai Ketum Partai Golkar tersebut.

Rekomendasi