Rachmat Gobel tak mau dipanggil Pak Menteri

Dia belum terbiasa dengan status barunya sebagai menteri. Hal itu sudah dirasakan sejak di kediamannya.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Rachmat Gobel tak mau dipanggil Pak Menteri
Rachmat Gobel. ©2014 Merdeka.com

Hari ini, Senin (27/10) beberapa menteri Kabinet Kerja mulai menyambangi kantornya. Salah satunya Menteri Perdagangan Rachmat Gobel. Saat serah terima jabatan di kantor Kementerian Perdagangan, Rachmat membuka kartu, menceritakan pengalaman hari pertama menjadi menteri.

Dia belum terbiasa dengan status barunya sebagai menteri. Hal itu sudah dirasakan sejak di kediamannya.

"Tadi pagi-pagi saya bangun, kata istri saya 'Pah, bangun cepat mandi. Kan harus berangkat'," ujar Rachmat menirukan ucapan istrinya.

Mendengar hal itu, Rachmat langsung menanyakan alasan istrinya bicara begitu. "Lalu dijawab istri saya 'kan sekarang sudah jadi menteri'," ucap Rachmat sambil tertawa.

Rachmat melanjutkan ceritanya belum terbiasa dengan status menteri. "Begitu masuk (kantor) dan mulai rapat tadi dengan keluarga besar Kemendag semua panggil 'Pak Menteri'. Lalu agak bingung saya," kenangnya.

Karena tidak terbiasa, Rachmat pun meminta seluruh stafnya untuk tidak memanggilnya dengan sebutan itu.

"Akhirnya saya bilang panggil saja Pak Rachmat. Lebih enak bahasanya. Itulah arahan pertama saya," tutur bos Panasonic ini.

"Panggilah Pak Rachmat jangan Pak Menteri," pungkasnya yang disambut dengan tepuk tangan hadirin yang hadir.

Rekomendasi