Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang akan terealisasikan pada bulan ini dinilai sangat aneh. Pasalnya, keputusan pemerintah tersebut akan menjadi yang pertama kali dalam sejarah Indonesia, di mana kenaikan harga BBM bersubsidi dilakukan di tengah harga minyak dunia justru terjun bebas."Selama ini kenaikan harga BBM itu belum pernah dilakukan saat harga minyak dunia turun, jadi ini pertama kali, aneh," ujar Ketua Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (15/11).Menurut dia, apa yang direncanakan pemerintah tersebut di luar prediksinya pribadi, mengingat selama ini pemerintah justru menurunkan harga BBM saat harga minyak dunia juga turun. "Memang indikator perubahan harga BBM itu ada dua, selain harga minyak dunia juga karena kurs, tapi ini tidak relevan," jelas dia.Presiden Joko Widodo, diminta untuk lebih transparan terkait berapa harga minyak sebenarnya dan alasan apa dirinya menaikkan harga BBM kepada masyarakat. Selisih harga minyak dari yang tercantum di APBNP 2014 dengan harga minyak sekarang yang ada di kisaran 74,29 per barel sebesar 30 persen.
Sementara di sisi lain pelemahan nilai tukar rupiah dijelaskannya, sebesar 5 persen. "Kalau diseimbangkan itu masih ada sisa penurunan 25 persen ini ke mana? Jadi saya perkirakan pemerintah akan menurunkan, ternyata malah tidak," ungkapnya.
