PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) tercatat sebagai perusahaan tambang tembaga terbesar kedua setelah Freeport. Lokasi tambang yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat ini, eksplorasi dan baseline di Proyek Batu Hijau semenjak 1986.
Malam tadi, PulseFeed berkesempatan mengunjungi langsung tambang Batu Hijau milik Newmont. Hal yang sedikit berbeda di sini adalah tingkat keamanan atau safety yang sangat tinggi. Memasuki wilayah tambang, pengunjung langsung diberi kartu akses masuk seperti tanda pengenal. Selama di dalam wilayah tambang, kartu tersebut wajib dipakai.
Hal yang cukup mengagetkan adalah ketika keluar dari lokasi tambang, yaitu ketika dilakukan pemeriksaan. Semua penumpang harus keluar dari mobil dan diperiksa satu persatu. Kemudian tanda pengenal harus discan sebagai tanda berkunjung. Tidak berhenti di situ, ketika ingin masuk lagi ke wilayah tambang, pengamanan sama masih dilakukan.
Selain itu, dalam aturan keamanan dan keselamatan di wilayah tambang Newmont kecepatan mobil harus dibatasi. Merdeka.com menginap di campsite atau mess karyawan yang terletak sekitar 11 kilometer dari jalan raya. Memasuki jalanan tersebut, kecepatan mobil tidak boleh melebihi 50 Km per jam. Padahal jalanan cukup lebar kira kira 6 meter - 8 meter."Di sini mobil dipasang GPS dan pasti ketahuan kalau melebihi kecepatan. Kalau begitu nanti kita terima email (teguran) saja. Di sini juga tidak boleh mendahului," ucap staf humas Newmont, Yoyo di lokasi tambang Sumbawa Barat.Tidak hanya itu, kecepatan mobil maksimal hanya 30 Km/jam ketika mendekati mess karyawan. Kemudian aturan lainnya adalah ketika ada perempatan jalan, mobil benar benar harus berhenti sebelum melanjutkan perjalanan. "Jadi harus berhenti, pokoknya harus ada saat ban mobil benar benar berhenti total walaupun jalanan kosong," jelasnya.Di jalanan wilayah tambang juga terdapat lampu merah atau rambu lalu lintas. Namun lampu merah di sini berbeda dengan jalan raya di mana hijau dan merah bergantian. Di lokasi tambang, lampu hijau bisa segera berubah merah ketika ada pejalan kaki yang lewat.
"Di sini prioritas sekali jalan kaki. Dia ada sensornya, ketika pejalan kaki lewat lampu hijau langsung berubah merah. Pejalan kaki sangat prioritas," katanya.
Yoyo mengaku sudah terbiasa dengan aturan keamanan yang ketat. Bahkan dia punya slogan yaitu aturan memang menyusahkan tapi menyelamatkan.
